Tambah ketegangan, China pantau 2 pesawat bomber B-52 AS
Rabu, 27 November 2013 - 12:31 WIB
Tambah ketegangan, China pantau 2 pesawat bomber B-52 AS
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertahanan China pada Rabu (27/11/2013) mengatakan, pihaknya telah memantau seluruh perkembangan dua pesawat pembom B – 52 Amerika Serikat, yang terbang di zona udara Laut China Timur. Blok udara di kawasan yang disengketakan dengan Jepang itu secara sepihak diklaim Beijing.
Operasi dua pesawat pembom B-52 AS itu semakin menambah ketegangan di Laut China Timur. Terlebih, China menegaskan bahwa, tindakan AS ilegal.
Kementerian itu menegaskan, dua pesawat pembom B-52 AS terbang di zona udara Laut China Timur tanpa memberi tahu pihak Beijing. Langkah AS itu dianggap melanggar aturan yang ditetapkan China. AS juga juga dianggap mempertaruhkan kebuntuan teritorial.
”Angkatan Udara China memantau dan mengidentifikasi (gerakan AS) dengan cara yang tepat waktu. Dan memastikan bahwa keduanya pesawat AS,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Pentagon mengkonfirmasi bahwa dua pesawat itu tidak dipersenjatai. “Itu lepas landas dari Guam pada Senin (26/11/2013), dan penerbangan itu dijadwalkan sebagai bagian dari latihan rutin di daerah tersebut,” kata Juru Bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren.
“Tadi malam kami melakukan latihan yang telah lama direncanakan. Latihan ini melibatkan dua pesawat yang terbang dari Guam dan kembali ke Guam," lanjut Warren kepada wartawan. Menurutnya, AS memang tak berencana untuk terlebih dahulu melaporkan jadwal penerbangan itu pada China.
Operasi dua pesawat pembom B-52 AS itu semakin menambah ketegangan di Laut China Timur. Terlebih, China menegaskan bahwa, tindakan AS ilegal.
Kementerian itu menegaskan, dua pesawat pembom B-52 AS terbang di zona udara Laut China Timur tanpa memberi tahu pihak Beijing. Langkah AS itu dianggap melanggar aturan yang ditetapkan China. AS juga juga dianggap mempertaruhkan kebuntuan teritorial.
”Angkatan Udara China memantau dan mengidentifikasi (gerakan AS) dengan cara yang tepat waktu. Dan memastikan bahwa keduanya pesawat AS,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Pentagon mengkonfirmasi bahwa dua pesawat itu tidak dipersenjatai. “Itu lepas landas dari Guam pada Senin (26/11/2013), dan penerbangan itu dijadwalkan sebagai bagian dari latihan rutin di daerah tersebut,” kata Juru Bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren.
“Tadi malam kami melakukan latihan yang telah lama direncanakan. Latihan ini melibatkan dua pesawat yang terbang dari Guam dan kembali ke Guam," lanjut Warren kepada wartawan. Menurutnya, AS memang tak berencana untuk terlebih dahulu melaporkan jadwal penerbangan itu pada China.
(mas)