Bocoran Snowden soal penyadapan ponsel SBY hanya 1%
Selasa, 26 November 2013 - 11:10 WIB
Bocoran Snowden soal penyadapan ponsel SBY hanya 1%
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Australia Tony Abbott disarankan berhati-hati terkait kemungkinan bocoran penyadapan lain yang dilakukan intelijen Australia. Sebab, bocoran yang bersumber dari wshitleblower NSA, Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden itu hanya satu persen.
Demikian disampaikan Josh Frydenberg, sekretaris parlemen Australia kepada surat kabar The Guardian. Menurutnya, bocoran Snowden yang membuat retak hubungan Indonesia dan Australia itu hanya satu persen yang disampaikan ke publik.
Terlebih, lanjut Frydenberg, bekas kontraktor NSA itu diduga mengambil 200 ribu file. ”Ini bisa menjadi luka bakar sangat lambat. Hari ini bisa jadi Indonesia,” kata Frydenberg kepada ABC.
”Saya akan terkejut jika itu hanya satu persen informasi yang beredar di luar sana. Jika tidak, akan ada bocoran lebih yang bisa merusak hubungan Australia dan sekutunya pada waktunya nanti. Saya tidak tahu (kapan),” lanjut dia, seperti dikutip Sky News, Selasa (26/11/2013).
Frydenberg melanjutkan, ratusan ribu file rahasia NSA bisa jatuh ke tangan Rusia, mengingat Snowden saat ini berada di sana. ”Ini mungkin bagian dari sebuah drama yang lebih besar di luar sana,” ujarnya.
Sepekan lalu, bocoran Snowden perihal ulah intelijen yang menyadap ponsel SBY dan sembilan tokoh dan pejabat penting tahun 2009 telah membuat hubungan Indonesia dan Australia retak. Imbasnya, Presiden Yudhoyono marah dan semua kerjasama strategis Australia dengan Indonesia dibatalkan, termasuk kerjasama penanganan para pencari suaka atau penyelundupan manusia.
Menurut Frydenberg, sudah menjadi tradisi Pemerintah Asutralia yang tidak mengomentari urusan intelijen. Hal itulah yang dilakukan Abbott, dan memicu kemarahan Presiden Yudhoyono.
Demikian disampaikan Josh Frydenberg, sekretaris parlemen Australia kepada surat kabar The Guardian. Menurutnya, bocoran Snowden yang membuat retak hubungan Indonesia dan Australia itu hanya satu persen yang disampaikan ke publik.
Terlebih, lanjut Frydenberg, bekas kontraktor NSA itu diduga mengambil 200 ribu file. ”Ini bisa menjadi luka bakar sangat lambat. Hari ini bisa jadi Indonesia,” kata Frydenberg kepada ABC.
”Saya akan terkejut jika itu hanya satu persen informasi yang beredar di luar sana. Jika tidak, akan ada bocoran lebih yang bisa merusak hubungan Australia dan sekutunya pada waktunya nanti. Saya tidak tahu (kapan),” lanjut dia, seperti dikutip Sky News, Selasa (26/11/2013).
Frydenberg melanjutkan, ratusan ribu file rahasia NSA bisa jatuh ke tangan Rusia, mengingat Snowden saat ini berada di sana. ”Ini mungkin bagian dari sebuah drama yang lebih besar di luar sana,” ujarnya.
Sepekan lalu, bocoran Snowden perihal ulah intelijen yang menyadap ponsel SBY dan sembilan tokoh dan pejabat penting tahun 2009 telah membuat hubungan Indonesia dan Australia retak. Imbasnya, Presiden Yudhoyono marah dan semua kerjasama strategis Australia dengan Indonesia dibatalkan, termasuk kerjasama penanganan para pencari suaka atau penyelundupan manusia.
Menurut Frydenberg, sudah menjadi tradisi Pemerintah Asutralia yang tidak mengomentari urusan intelijen. Hal itulah yang dilakukan Abbott, dan memicu kemarahan Presiden Yudhoyono.
(mas)