Pemerintah Australia tak hargai SBY

Selasa, 26 November 2013 - 09:28 WIB
Pemerintah Australia...
Pemerintah Australia tak hargai SBY
A A A
Sindonews.com – Lawan politik Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyalahkan sikap Pemerintah Australia dalam menyikapi kemarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemarahan SBY dipicu bocoran dokumen yang mengungkap skandal penyadapan ponsel SBY dan sembilan tokoh dan menteri Indonesia tahun 2009.

Politikus Australia dari Partai Buruh, Brendan Patrick O'Connor, pada Selasa (26/11/2013), mengecam permainan politik, di mana kubu partainya dan bekas PM Kevin Rudd seolah-olah yang harus bertanggung jawab. Sebab skandal penyadapan ponsel SBY dan para menteri senior Indonesia terjadi tahun 2009 atau tahun di mana Kevin Rudd dan partainya berkuasa di Australia.

O'Connor mengatakan hubungan Australia dengan Indonesia sudah mundur. ”Kami sudah mundur karena sudah ada kegagalan untuk merespon secara cepat untuk masalah diplomatik,” kata O'Connor kepada Sky News.

”Fakta bahwa Pemerintah (Australia) tidak sepenuhnya menghargai rasa malu yang dialami oleh Presiden Indonesia dan istrinya. Saya pikir (ini) kegagalan total untuk mengatasi masalah itu,” lanjut bekas Menteri Imigrasi di era PM Julia Gilard itu.

Kendati demikian, Partai Buruh mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Australia untuk melanjutkan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Indonesia. Sejak skandal penyadapan ponsel SBY dan para pejabat Indonesia terbongkar, lanjut O’Cornor, Partai Buruh konsisten berpihak kepada Indonesia.

Sementara itu, senator Partai Liberal Simon Birmingham membalas sikap Partai Buruh yang pro-Indonesia. Birmingham, menyebut, cara pendekatan kubu oposisi terhadap konflik Australia dan Indonesia sebagai sikap "tidak bertanggung jawab dan oportunistik".

”Pihak oposisi awalnya keluar dan menyatakan ini adalah tim Australia saat kita akan bekerja melewati isu-isu ini,” ujarnya. "Jika mereka benar-benar percaya hubungan dengan Indonesia sangat penting, maka mereka harus berhenti bermain politik.”
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
15 menit yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
1 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
3 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
3 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved