Israel geram, negosiator nuklir Iran dielu-elukan
Senin, 25 November 2013 - 15:33 WIB
Israel geram, negosiator nuklir Iran dielu-elukan
A
A
A
Sindonews.com – Rakyat iran menyambut kepulangan para negosiator nuklir Iran ke Teheren, Senin (25/11/2013). Mereka disambut bak pahlawan yang berhasil membuat kesepakatan soal program nuklir yang telah memicu kemarahan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kesal, setelah Iran dan negara P5+1 (Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, Inggris dan Jerman) mencapai kesepakatan pada Minggu kemarin. “Itu (kesepakatan), sebagai kesalahan bersejarah,” sebut Netanyahu.
Ratusan rakyat Iran bersorak-sorai menyambut kepulangan para negosiator nuklir Teheran. Mereka membawa bunga dan bendera Iran di bandara Mehrabad Teheran. Mereka mengelu-elukan Menteri Luar Negeri Iran , Mohammed Javad Zarif, sebagai ”duta perdamaian”. Mereka meneriakkan; ”Tidak ada perang, sanksi, menyerah dan terhina.”
Berbicara kepada televisi pemerintah Iran di bandara, Zarif mengatakan Iran siap untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kesepakatan yang telah dicapai. Namun, dia mengatakan kesepakatan itu berlaku secara bertahap.
”Semua langkah-langkah yang akan kita ambil, langkah-langkah membangun kepercayaan, reversibel, dan mereka dapat membalik (kesepakatan) dengan cepat . Tentu saja , kami berharap kita tidak harus melakukan ini,” kata Zarif, seperti dikutip BBC.
Sementara itu, Netanyahu yang kesal dengan tercapainya kesepakatan Iran dengan P5+1, mengatakan, Israel tidak akan terikat oleh kesepakatan tersebut. ”Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan rezim (Iran) yang menyerukan penghancuran Israel untuk mendapatkan sarana untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah terungkap bahwa AS dan Iran telah mengadakan serangkaian tatap muka pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir yang membuka jalan bagi perjanjian. Namun, hasil pertemuan itu sengaja dirahasiakan, termasuk kepada sekutu AS, yakni Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kesal, setelah Iran dan negara P5+1 (Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, Inggris dan Jerman) mencapai kesepakatan pada Minggu kemarin. “Itu (kesepakatan), sebagai kesalahan bersejarah,” sebut Netanyahu.
Ratusan rakyat Iran bersorak-sorai menyambut kepulangan para negosiator nuklir Teheran. Mereka membawa bunga dan bendera Iran di bandara Mehrabad Teheran. Mereka mengelu-elukan Menteri Luar Negeri Iran , Mohammed Javad Zarif, sebagai ”duta perdamaian”. Mereka meneriakkan; ”Tidak ada perang, sanksi, menyerah dan terhina.”
Berbicara kepada televisi pemerintah Iran di bandara, Zarif mengatakan Iran siap untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kesepakatan yang telah dicapai. Namun, dia mengatakan kesepakatan itu berlaku secara bertahap.
”Semua langkah-langkah yang akan kita ambil, langkah-langkah membangun kepercayaan, reversibel, dan mereka dapat membalik (kesepakatan) dengan cepat . Tentu saja , kami berharap kita tidak harus melakukan ini,” kata Zarif, seperti dikutip BBC.
Sementara itu, Netanyahu yang kesal dengan tercapainya kesepakatan Iran dengan P5+1, mengatakan, Israel tidak akan terikat oleh kesepakatan tersebut. ”Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan rezim (Iran) yang menyerukan penghancuran Israel untuk mendapatkan sarana untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah terungkap bahwa AS dan Iran telah mengadakan serangkaian tatap muka pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir yang membuka jalan bagi perjanjian. Namun, hasil pertemuan itu sengaja dirahasiakan, termasuk kepada sekutu AS, yakni Israel.
(mas)