Inggris ancam bawa PBB investigasi kejahatan perang Sri Lanka

Sabtu, 16 November 2013 - 17:53 WIB
Inggris ancam bawa PBB...
Inggris ancam bawa PBB investigasi kejahatan perang Sri Lanka
A A A
Sindonews.com- Perdana Menteri Inggris, David Cameron pada Sabtu (16/11/2013) mengancam untuk mendorong Komisi HAM PBB melakukan investigasi independen atas tuduhan kejahatan perang di Sri Lanka.

Cameron begitu gencar menyerukan penyelidikan dugaan kejahatan atas perang saudara selama 26 tahun di Sri Lanka, saat menghadiri KTT di Ibukota Kolombo. Menurutnya, Inggris akan menggunakan posisinya di PBB untuk mendesak penyelidikan independen.

”Biarkan saya memperjelas. Jika penyelidikan tidak tuntas pada bulan Maret 2014, maka saya akan menggunakan posisi kami di PBB untuk menyerukan Komisi Hak Asasi Manusia PBB melakukan penyelidikan internasional tuntas, kredibel dan independen,” kata Cameron, seperti dikutip Reuters.

Sri Lanka pada masa lalu telah menolak memberikan izin bagi PBB untuk memasuki bekas zona perang di negara itu.

Militer Sri Lanka telah memerangi kelompok separatis Macan Tamil selama perang saudara bertahun-tahun, hingga 2009. Sekitar 300 ribu warga sipil terjebak dalam situasi perang itu. Data PBB memperkirakan 40 ribu orang tewas selama perang saudara itu.

"Pada akhirnya semua ini adalah tentang rekonsiliasi. Ini adalah tentang bagaimana meciptakan keadilan danmenyembuhkan negeri ini, yangsekarang memiliki kesempatan untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Itu hanya akan terjadi dengan menangani masalah ini tanpa mengabaikan mereka,” lanjut Cameron.

Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, membantah angka korban tewas seperti yang diperkirakan PBB. Menurutnya, jumlah korban sipil jauh lebih rendah dari perkiraan itu. Ia mengkritik campur tangan asing dalam urusan internal Sri Lanka.

”Kami tidak akan membiarkan itu, pasti kita akan keberatan dengan itu (upaya Inggris),” kata Menteri Pembangunan Ekonomi Basil Rajapaksa, yang merupakan salah satu dari suadara presiden Rajapaksa.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
3 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
3 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
4 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
4 jam yang lalu
Infografis
DK PBB Setujui Resolusi...
DK PBB Setujui Resolusi AS Hentikan Perang Ukraina dan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved