Ini kritik tokoh moderat Mesir untuk militer & Morsi

Jum'at, 15 November 2013 - 11:35 WIB
Ini kritik tokoh moderat...
Ini kritik tokoh moderat Mesir untuk militer & Morsi
A A A
Sindonews.com – Mantan anggota Ikhwanul Muslimin Mesir, Abdel Moneim Aboul Fotouh, memberikan pernyataan yang kritis terhadap krisis politik di Mesir. Pandangannya, berbeda dengan rata-rata tokoh Ikhwanul Muslimin yang mendukung Presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi.

Di mata Fotouh—tokoh Islamis yang kini dikenal moderat di Mesir--, sosok Morsi memang gagal dalam memimpin Mesir. Tapi, ia tetap tak tinggal diam dengan pelanggaran keras yang sedang berlangsung di Mesir.

Menurutnya, kudeta militer terhadap Morsi, sebenarnya pemberian “ciuman kehidupan” bagi kelompok Ikhwanul Muslimin yang terkepung. Komentar itu muncul dalam sebuah wawancara Fotouh dengan al-Arabiya, yang dilansir Jumat (15/11/2013). Fotouh, juga merupakan mantan kandidat Presiden Mesir.

”Penggulingan Morsi pada 3 Juli 2013, memberikan ‘ciuman kehidupan’ bagi organisasi Ikhwanul Muslimin. Itu adalah pukulan (untuk Ikhwanul), karena kekuatan politik yang akan mengalahkan mereka melalui pemilu,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa pemberontakan 30 Juni 2013 yang merupakan gelombang revolusioner, sebenarnya bukti bahwa ada penolakan Morsi sebagai presiden Mesir. Tapi, gelombang massa yang berubah menjadi kudeta militer, katanya, tetap saja tidak bisa dibenarkan.

Dia mengaku berada di antara orang-orang pertama yang mengkritik kegagalan Morsi, dan menyerukan pemilu dini di Mesir. Namun, dia juga bersumpah tidak akan tinggal diam dengan pelanggaran keras yang terjadi di negaranya itu.

”Negara ini dalam kesulitan, dan kita perlu untuk menstabilkan sistem politik melalui kebebasan dan demokrasi , namun rezim (presiden sementara) Adly Mansour membuat terorisme. Dan orang yang memerintah Mesir adalah Jenderal Abdel Fattah al- Sisi, bukan Mansour,” kritik Fotouh.

Dia menggambarkan Mesir hidup di bawah “kekuasaan militer fasis” yang menciptakan terorisme dengan penahanan sembarangan. Dia mengatakan, angkatan bersenjata Mesir telah menyeret diri ke dalam politik internal yang membuat Mesir lebih buruk daripada saat dikuasai Morsi.

Setelah empat bulan penahanan tanpa komunikasi, Morsi diadili awal bulan ini atas tuduhan membunuh dua pengunjuk rasa selama demonstrasi di depan istana presiden pada bulan Desember 2012.

Fotouh mengatakan, mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu adalah Menteri Pertahanan Jenderal Sisi , Menteri Dalam Negeri dan beberapa pemimpin oposisi Front Keselamatan Nasional. ”Morsi memiliki tanggung jawab politik,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
58 menit yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
2 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
2 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
3 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved