RI bantu USD2 juta untuk korban topan Haiyan di Filipina
Rabu, 13 November 2013 - 09:50 WIB
RI bantu USD2 juta untuk korban topan Haiyan di Filipina
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan senilai USD2 juta untuk para korban topan Haiyan di Filipina. Bantuan secara simbolis diterima Duta Besar Filipina, Maria Rosario C. Anguinaldo di Kantor Kemenko Kesra, Jakarta, kemarin (12/11/2013).
Bantuan secara simbolis itu diserahkan Menko Kesara, Agung Laksono. Bantuan itu, merupakan bentuk solidaritas sesama negara ASEAN yang pernah mengalami bencana yang dahsyat dan panggilan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilis yang diterima Sindonews.com, Rabu (13/12/2013), merinci, bantuan senilai USD2 juta itu, terdiri dari giro senilai USD1 juta dan barang-barang terutama logistik senilai USD1 juta. “Total barang yang dikirimkan sebanyak 75 ton,” tulis BNPB, dalam rilisnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 beserta kru untuk mengangkut bantuan sebanyak 75 ton itu.
Presiden Filipina Benigno Aquino III, telah menetapkan Filipina dalam status darurat, setelah topan Haiyan meluluh lantakkan kota Tacloban dan sekitarnya. Status darurat ditetapkan, karena banyak korban yang selamat mengalami kelaparan dan aksi penjarahan merajalela.
Selain Indonesia, sejumlah negara juga telah mengirimkan bantuan untuk para korban. Di antaranya, Amerika Serikat, Uni Eropa, Asutralia, dan Selandia Baru. Korban tewas versi para relawan mencapai puluhan ribu jiwa. Namun, versi pemerintah baru sekitar ribuan jiwa.
Bantuan secara simbolis itu diserahkan Menko Kesara, Agung Laksono. Bantuan itu, merupakan bentuk solidaritas sesama negara ASEAN yang pernah mengalami bencana yang dahsyat dan panggilan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilis yang diterima Sindonews.com, Rabu (13/12/2013), merinci, bantuan senilai USD2 juta itu, terdiri dari giro senilai USD1 juta dan barang-barang terutama logistik senilai USD1 juta. “Total barang yang dikirimkan sebanyak 75 ton,” tulis BNPB, dalam rilisnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 beserta kru untuk mengangkut bantuan sebanyak 75 ton itu.
Presiden Filipina Benigno Aquino III, telah menetapkan Filipina dalam status darurat, setelah topan Haiyan meluluh lantakkan kota Tacloban dan sekitarnya. Status darurat ditetapkan, karena banyak korban yang selamat mengalami kelaparan dan aksi penjarahan merajalela.
Selain Indonesia, sejumlah negara juga telah mengirimkan bantuan untuk para korban. Di antaranya, Amerika Serikat, Uni Eropa, Asutralia, dan Selandia Baru. Korban tewas versi para relawan mencapai puluhan ribu jiwa. Namun, versi pemerintah baru sekitar ribuan jiwa.
(mas)