Putin: Pihak asing gunakan Islam radikal untuk lemahkan Rusia
Selasa, 22 Oktober 2013 - 22:32 WIB
Putin: Pihak asing gunakan Islam radikal untuk lemahkan Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin menuduh pihak asing telah menggunakan Islam radikal untuk melemahkan negara Rusia. Penyataan ini dilontarkan Putin, satu hari setelah adanya serangan bom bunuh diri yang dilakukan wanita Muslim.
"Beberapa kekuatan politik menggunakan Islam, arus radikal di dalamnya untuk melemahkan negara kita dan menciptakan konflik di tanah Rusia yang dapat dikelola dari luar negeri," kata Putin di hadapan ulama Muslim, pada pertemuan di kota Ufa, Rusia, Selasa (22/10/2013).
Putin melayangkan pernyataan itu di kota yang terletak sekitar 1.000 km timur laut dari Volgograd, di mana wanita pembom bunuh diri dari Kaukasus Utara yang dihuni mayoritas Muslim melancarkan aksinya. Bom bunuh ini menewaskan enam orang di dalam sebuah bus, Senin (21/10/2013).
Putin tidak mengatakan pihak asing yang ia maksud dan digambarkan oleh Rusia sebagai kekuatan bagi perdamaian di Timur Tengah. Sebelumnya, ia sering menuduh sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat telah mencoba untuk campur tangan dalam urusan Rusia, sejak ia mendapatkan masa jabatan ketiga sebagai Presiden Rusia pada tahun lalu.
Berbicara setelah kerusuhan ras di Moskow pada bulan ini, Putin juga mendesak para ulama untuk membantu imigran Muslim beradaptasi dengan kehidupan di Rusia guna mengurangi kemungkinan kekerasan. "Mereka perlu mendengar suara Anda. Jika tidak, mereka menjadi objek propaganda oleh berbagai kelompok fundamentalis," lanjut Putin, seperti dikutip dari Reuters.
"Beberapa kekuatan politik menggunakan Islam, arus radikal di dalamnya untuk melemahkan negara kita dan menciptakan konflik di tanah Rusia yang dapat dikelola dari luar negeri," kata Putin di hadapan ulama Muslim, pada pertemuan di kota Ufa, Rusia, Selasa (22/10/2013).
Putin melayangkan pernyataan itu di kota yang terletak sekitar 1.000 km timur laut dari Volgograd, di mana wanita pembom bunuh diri dari Kaukasus Utara yang dihuni mayoritas Muslim melancarkan aksinya. Bom bunuh ini menewaskan enam orang di dalam sebuah bus, Senin (21/10/2013).
Putin tidak mengatakan pihak asing yang ia maksud dan digambarkan oleh Rusia sebagai kekuatan bagi perdamaian di Timur Tengah. Sebelumnya, ia sering menuduh sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat telah mencoba untuk campur tangan dalam urusan Rusia, sejak ia mendapatkan masa jabatan ketiga sebagai Presiden Rusia pada tahun lalu.
Berbicara setelah kerusuhan ras di Moskow pada bulan ini, Putin juga mendesak para ulama untuk membantu imigran Muslim beradaptasi dengan kehidupan di Rusia guna mengurangi kemungkinan kekerasan. "Mereka perlu mendengar suara Anda. Jika tidak, mereka menjadi objek propaganda oleh berbagai kelompok fundamentalis," lanjut Putin, seperti dikutip dari Reuters.
(esn)