Israel: Iran harus diuji dengan aksi
Kamis, 17 Oktober 2013 - 14:19 WIB
Israel: Iran harus diuji dengan aksi
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Israel mendesak negara-negara Barat untuk tidak menghentikan sanksi atau embargo ekonomi terhadap Iran, sampai negara itu membuktikan diri tidak membuat bom atom.
Komentar itu disampaikan pejabat Israel, yang mengutip pesan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Komentar itu juga muncul setelah negara-negara Barat mengisyaratkan untuk mengakhiri sanksi ekonominya terhadap Teheran, setelah Iran dan negara-negara P5+1 berunding soal krisis nuklir di Jenewa.
”Iran harus diuji dengan aksi, bukan proposal,” kata pejabat penting Israel yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/10/2013).
”Sampai langkah-langkah substantif yang dilakukan untuk membuktikan program nuklir Iran yang sesungguhnya, masyarakat internasional harus terus menjatuhkan sanksi terhadap Iran,” lanjut dia.
Usai perundingan tahap awal di Jenewa selama dua hari, perundingan soal nuklir Iran, akan dilanjutkan pada 7 dan 8 November 2013.
Israel yang diyakini sebagai satu-satunya kekuatan di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, mencurigai bahwa Teheran sedang membuat bom atom atau bom nuklir. Sedangkan Pemerintah Iran berulang kali menegaskan, program nuklirnya untuk tujuan damai, yakni untuk memenuhi pasokan energi bagi warga sipil.
Penegasan itu, pernah disampaikan Hassan Rouhani, presiden baru Iran, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York, bulan lalu. ”Senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin keamanan dan pertahanan Iran, juga bertentangan dengan keyakinan agama dan etika,” ucap Rouhani kala itu.
Gara-gara kegusaran Israel atas kecurigaan pengembangan senjata nuklir Iran, Pedana Menteri Benjamin Netanyahu pernah mengumbar ancaman, bahwa Israel akan menyerang Iran sendirian.
Komentar itu disampaikan pejabat Israel, yang mengutip pesan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Komentar itu juga muncul setelah negara-negara Barat mengisyaratkan untuk mengakhiri sanksi ekonominya terhadap Teheran, setelah Iran dan negara-negara P5+1 berunding soal krisis nuklir di Jenewa.
”Iran harus diuji dengan aksi, bukan proposal,” kata pejabat penting Israel yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/10/2013).
”Sampai langkah-langkah substantif yang dilakukan untuk membuktikan program nuklir Iran yang sesungguhnya, masyarakat internasional harus terus menjatuhkan sanksi terhadap Iran,” lanjut dia.
Usai perundingan tahap awal di Jenewa selama dua hari, perundingan soal nuklir Iran, akan dilanjutkan pada 7 dan 8 November 2013.
Israel yang diyakini sebagai satu-satunya kekuatan di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, mencurigai bahwa Teheran sedang membuat bom atom atau bom nuklir. Sedangkan Pemerintah Iran berulang kali menegaskan, program nuklirnya untuk tujuan damai, yakni untuk memenuhi pasokan energi bagi warga sipil.
Penegasan itu, pernah disampaikan Hassan Rouhani, presiden baru Iran, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York, bulan lalu. ”Senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin keamanan dan pertahanan Iran, juga bertentangan dengan keyakinan agama dan etika,” ucap Rouhani kala itu.
Gara-gara kegusaran Israel atas kecurigaan pengembangan senjata nuklir Iran, Pedana Menteri Benjamin Netanyahu pernah mengumbar ancaman, bahwa Israel akan menyerang Iran sendirian.
(mas)