Pencari suaka yang tewas di pantai Italia jadi 50 jiwa

Sabtu, 12 Oktober 2013 - 17:27 WIB
Pencari suaka yang tewas...
Pencari suaka yang tewas di pantai Italia jadi 50 jiwa
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Italia mengatakan, tim penyelamat Italia telah menemukan 50 jasad imigran gelap yang tewas setelah kapal mereka tenggelam di antara Malta dan Sisilia, Italia, Sabtu (12/11/2013). Hingga kini, tim penyelamat masih mencari ratusan imigran lain yang hilang, demikian dilansir Ansa, kantor berita Italia.

Menurut laporan Ansa, sebanyak 150 imigran diselamatkan oleh sebuah kapal Malta, sementara 50 lainnya diselamtakan oleh Angkatan Laut (AL) Italia. "Operasi pencarian korban hilang masih terus berlanjut. Kondisi navigasi sulit, kondisi angin di lapangan sangat kuat," ungkap seorang Juru Bicara AL Malta kepada AFP.

Perahu yang mengangkut ratusan imigran tersebut terbalik. Perahu itu kehilangan keseimbangan setelah para penumpang berkumpul pada satu titik untuk menarik perhatian pesawat militer yang melakukan survei di antara Malta dan Sisilia. Sebelum terbalik, para imigran telah memberitahu pihak berwenang lewat telepon satelit, bahwa kapal yang mereka tumpangi mendapatkan masalah di perairan Malta dekat pulau Lampedusa, Italia.

Pasukan militer Malta mengerahkan helikopter dan memindahkan para korban ke sebuah kapal komersil di sekitar lokasi kejadian. Sementara AL Italia mengirim sebuah helikopter dan dua kapal AL.

Menurut Juru Bicara Angkatan Laut Italia, Alessandro Busonero, bangkai kapal yang terbalik ditarik dari perairan internasional, sekitar 60 mil sebelah selatan dari Lampedusa.

Wilayah Lampedusa, tidak jauh dari Sisilia dan pulau terdekat Italia yang berdekatan dengan Afrika.

Pulau itu, kerap menjadi tujuan bagi puluhan ribu imigran yang rata-rata berasal dari Afrika dan hendak masuk ke Uni Eropa. Pada 3 Oktober 2013 lalu, sebuah kapal yang membawa lebih dari 500 migran Afrika tenggelam di lepas pantai Lampedusa. Menurut Walikota Lampedusa, Giusi Nicolini, sekitar 309 orang tewas. ”Ini tragedi laut terbesar di Laut Mediterania sejak Perang Dunia II,” ucapnya.
(esn)
Berita Terkait
Lubang Misterius Telan...
Lubang Misterius Telan Sejumlah Kendaraan Di Napoli, Italia
Derby della Madoninna...
Derby della Madoninna Tanpa Pemenang, AC Milan Puas Imbangi Inter
Genoa Resmi Rekrut Legenda...
Genoa Resmi Rekrut Legenda AC Milan jadi Pelatih
Gasak Cagliari, Juventus...
Gasak Cagliari, Juventus Dekati 5 Besar Klasemen Liga Italia
Mengintip Jersey Anyar...
Mengintip Jersey Anyar Inter Milan
Bos Mafia yang Ditakuti...
Bos Mafia yang Ditakuti Tertangkap, Italia Semringah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
6 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
9 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
11 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
13 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved