Perselisihan Obama & Putin atas krisis Suriah meruncing
Sabtu, 07 September 2013 - 09:39 WIB
Perselisihan Obama & Putin atas krisis Suriah meruncing
A
A
A
Sindonews.com – Perselisihan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan Presiden AS, Barack Obama, dalam menghadapi krisis Suriah semakin meruncing. Dalam penutupan KTT G20 di St Petersburg, kemarin, keduanya tetap tidak mengubah sikap yang saling berseberangan terhadap Suriah.
Obama tetap menginginkan AS menyerang Suriah, sebagai hukuman atas tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad. Sebaliknya, Putin, tetap bertekad menentang agresi militer terhadap Suriah, dan akan membantu sekutunya itu.
Presiden Perancis, Francois Hollande telah menjadi pendukung pendukung AS untuk menyerang Suriah. Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan juga memiliki bersikap serupa yang meminta rezim Assad dihukum.
Namun, kubu Putin juga tidak kalah dukungan. Ada India, Argentina, Afrika Selatan, dan China mendukung sikap Rusia untuk berjuang mati-matian menentang agresi militer AS terhadap Suriah.
Berbicara di akhir KTT G20, Obama menyimpulkan sikap tegasnya terhadap Suriah. ”Pandangan (sudah) bulat, bahwa senjata kimia telah digunakan di Suriah,” kata Obama, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/9/2013).
Namun, Putin menyanggah kesimpulan AS. ”Penggunaan senjata kimia digunakan sebagai alasan para militan untuk memprovokasi yang bertujuan mengharapkan dukungan dari luar,” ucap Putin, seperti dikutip BBC.
Obama tetap menginginkan AS menyerang Suriah, sebagai hukuman atas tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad. Sebaliknya, Putin, tetap bertekad menentang agresi militer terhadap Suriah, dan akan membantu sekutunya itu.
Presiden Perancis, Francois Hollande telah menjadi pendukung pendukung AS untuk menyerang Suriah. Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan juga memiliki bersikap serupa yang meminta rezim Assad dihukum.
Namun, kubu Putin juga tidak kalah dukungan. Ada India, Argentina, Afrika Selatan, dan China mendukung sikap Rusia untuk berjuang mati-matian menentang agresi militer AS terhadap Suriah.
Berbicara di akhir KTT G20, Obama menyimpulkan sikap tegasnya terhadap Suriah. ”Pandangan (sudah) bulat, bahwa senjata kimia telah digunakan di Suriah,” kata Obama, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/9/2013).
Namun, Putin menyanggah kesimpulan AS. ”Penggunaan senjata kimia digunakan sebagai alasan para militan untuk memprovokasi yang bertujuan mengharapkan dukungan dari luar,” ucap Putin, seperti dikutip BBC.
(esn)