Pemilu Australia dimulai, 14 juta warga berikan suara
Sabtu, 07 September 2013 - 09:15 WIB
Pemilu Australia dimulai, 14 juta warga berikan suara
A
A
A
Sindonews.com – Lebih dari 14 juta warga Australia memberikan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung hari ini (7/9/2013). Partai koalisi Liberal-Nasional pemimpin oposisi Tony Abbott dan Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Kevid akan bersaing merebut simpati publik.
Jajak pendapat terakhir, kubu Abott masih mengungguli kubu Rudd. Meski kedua kubu bersaing perihal bagaimana mengatasi defisit anggaran Australia, namun keduanya berjanji melakukan tindakan tegas untuk menghentikan laju para pencari suaka yang tiba dengan perahu.
Semua warga Australia yang berumur lebih dari 18 tahun, mempunyai hak untuk memberikan suara dalam Pemilu hari ini. Lebih dari 14 juta orang diperkirakan memberikan suaranya.
Sesaat sebelum TPS dibuka, komisi pemilihan umum Australia mengungkapkan, bahwa 3,2 juta surat suara sudah digunakan dalam pemungutan suara awal.
Sepanjang kampanyenya, Tony Abbott telah mampu mendominasi kemenangan dalam jajak pendapat atau survei. Abott sangat berhato-hati untuk tidak membuat kesalahan yang bisa mengubah situasi “kemenangannya”.
Sedangkan Rudd yang berhasil “menyingkirkan” Julia Gillard dari kursi Perdana Menteri tiga bulan lalu, perlahan mulai kehilangan dukungan. Lambatnya pertumbuhan ekonomi Australia semakin menyudutkan posisi Rudd dan partainya.
”Saya tahu, kita tidak melakukan sebaik yang kami lakukan dulu, tapi itu bisa saja jauh lebih buruk. Mungkin telah menjadi satu pilihan yang sulit bagi pemilih untuk memahami,” kata Rudd, seperti dikutip BBC.
Jajak pendapat terakhir, kubu Abott masih mengungguli kubu Rudd. Meski kedua kubu bersaing perihal bagaimana mengatasi defisit anggaran Australia, namun keduanya berjanji melakukan tindakan tegas untuk menghentikan laju para pencari suaka yang tiba dengan perahu.
Semua warga Australia yang berumur lebih dari 18 tahun, mempunyai hak untuk memberikan suara dalam Pemilu hari ini. Lebih dari 14 juta orang diperkirakan memberikan suaranya.
Sesaat sebelum TPS dibuka, komisi pemilihan umum Australia mengungkapkan, bahwa 3,2 juta surat suara sudah digunakan dalam pemungutan suara awal.
Sepanjang kampanyenya, Tony Abbott telah mampu mendominasi kemenangan dalam jajak pendapat atau survei. Abott sangat berhato-hati untuk tidak membuat kesalahan yang bisa mengubah situasi “kemenangannya”.
Sedangkan Rudd yang berhasil “menyingkirkan” Julia Gillard dari kursi Perdana Menteri tiga bulan lalu, perlahan mulai kehilangan dukungan. Lambatnya pertumbuhan ekonomi Australia semakin menyudutkan posisi Rudd dan partainya.
”Saya tahu, kita tidak melakukan sebaik yang kami lakukan dulu, tapi itu bisa saja jauh lebih buruk. Mungkin telah menjadi satu pilihan yang sulit bagi pemilih untuk memahami,” kata Rudd, seperti dikutip BBC.
(esn)