Bekas dokter Osama bin Laden diyakini jadi militan di Mesir
Jum'at, 06 September 2013 - 10:32 WIB
Bekas dokter Osama bin Laden diyakini jadi militan di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah laporan media melansir data, bahwa mantan dokter pribadi Osama bin Laden diyakini telah menjadi militan dan memimpin kelompok pemberontak di Sinai, Mesir. Data itu muncul dari jurnal berma “Long War Journal”.
Menurut laporan jurnal yang dilansir media Mesir, menyatakan, bahwa Ramzi Mowafi telah memimpin sebuah kelompok yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Semenanjung Sinai, selama dua tahun terakhir.
Laporan itu, mengatakan bahwa Mowafi, yang diyakini juga menjadi ahli bahan peledak, terlihat di Sinai pada Agustus 2011. ”Dan memberikan pelatihan militer untuk sejumlah orang,” tulis Fox News, kemarin, mengutip data jurnal tersebut.
Mowafi juga diyakini telah membuat senjata kimia untuk al-Qaeda dan terlibat dalam kerusuhan di penjara Mesir pada Januari 2011, yang memungkinkan mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi, yang kala itu menjadi tahanan, untuk melarikan diri. Selain Morsi, para pemimpin senior lainnya dari Ikhwanul Muslimin juga ikut melarikan diri dalam kerusuhan di penjara Mesir dua tahun lalu.
Informasi tentang rekam jejak Mowafi sendiri masih jarang terungkap. Laporan tentang kerusuhan penjara Mesir tahun 2011 menjadi penting, karena dalam waktu yang sama, Mowafi terlihat di Sinai.
Di Mesir kini beredar selebaran, dengan judul, ”al-Qaeda di Semenanjung Sinai”. Selebaran yang merujuk laporan jurnal itu ditemukan di berbagai masjid di Mesir. BBC, dalam laporannya baru-baru ini menyebut, mantan dokter pribadi Osama bin Laden itu sebagai amir atau pemimpin al-Qaeda di Semenanjung Sinai.
Menurut laporan jurnal yang dilansir media Mesir, menyatakan, bahwa Ramzi Mowafi telah memimpin sebuah kelompok yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Semenanjung Sinai, selama dua tahun terakhir.
Laporan itu, mengatakan bahwa Mowafi, yang diyakini juga menjadi ahli bahan peledak, terlihat di Sinai pada Agustus 2011. ”Dan memberikan pelatihan militer untuk sejumlah orang,” tulis Fox News, kemarin, mengutip data jurnal tersebut.
Mowafi juga diyakini telah membuat senjata kimia untuk al-Qaeda dan terlibat dalam kerusuhan di penjara Mesir pada Januari 2011, yang memungkinkan mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi, yang kala itu menjadi tahanan, untuk melarikan diri. Selain Morsi, para pemimpin senior lainnya dari Ikhwanul Muslimin juga ikut melarikan diri dalam kerusuhan di penjara Mesir dua tahun lalu.
Informasi tentang rekam jejak Mowafi sendiri masih jarang terungkap. Laporan tentang kerusuhan penjara Mesir tahun 2011 menjadi penting, karena dalam waktu yang sama, Mowafi terlihat di Sinai.
Di Mesir kini beredar selebaran, dengan judul, ”al-Qaeda di Semenanjung Sinai”. Selebaran yang merujuk laporan jurnal itu ditemukan di berbagai masjid di Mesir. BBC, dalam laporannya baru-baru ini menyebut, mantan dokter pribadi Osama bin Laden itu sebagai amir atau pemimpin al-Qaeda di Semenanjung Sinai.
(esn)