Inggris prihatin soal serangan bom kimia di dekat Damaskus
Rabu, 21 Agustus 2013 - 17:09 WIB
Inggris prihatin soal serangan bom kimia di dekat Damaskus
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Inggris pada Rabu (21/8/2013), menyatakan keprihatinannya atas serangan bom kimia di dekat Damaskus, Suriah, yang menewaskan ratusan orang. Para aktivis HAM mengatakan, serangan senjata kimia itu dilakukan pasukan Presien Bashar al-Assad.
”Saya sangat prihatin dengan laporan, bahwa ratusan orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara, serta penggunaan senjata kimia ke wilayah yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, para aktivis Suriah menuduh pasukan Assad meluncurkan serangan bom kimia berupa gas saraf, ke wilayah dekat Damaskus. Seorang juru rawat menyebut, korban tewas mencapai lebih dari 200 orang.
Para aktivis mengatakan, serangan dilakukan dengan roket berbahan kimia, di pinggiran kota Ain Tarma, Zamalka dan Jobar, di wilayah Ghouta. Bayan Baker, seorang perawat di fasilitas darurat Douma, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu, mencapai 213 orang.
”Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tiba dengan pupil melebar, tungkai dan busa dingin di mulut mereka. Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari gas saraf,” kata Baker.
Sedangkan Pemerintah Suriah melalui siaran televisi langsung membantah telah menggunakan senjata kimia dalam insiden itu. Pemerintah menuding, laporan itu sengaja dibuat para aktivis untuk menganggu tim PBB yang akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
”Saya sangat prihatin dengan laporan, bahwa ratusan orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara, serta penggunaan senjata kimia ke wilayah yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, para aktivis Suriah menuduh pasukan Assad meluncurkan serangan bom kimia berupa gas saraf, ke wilayah dekat Damaskus. Seorang juru rawat menyebut, korban tewas mencapai lebih dari 200 orang.
Para aktivis mengatakan, serangan dilakukan dengan roket berbahan kimia, di pinggiran kota Ain Tarma, Zamalka dan Jobar, di wilayah Ghouta. Bayan Baker, seorang perawat di fasilitas darurat Douma, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu, mencapai 213 orang.
”Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tiba dengan pupil melebar, tungkai dan busa dingin di mulut mereka. Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari gas saraf,” kata Baker.
Sedangkan Pemerintah Suriah melalui siaran televisi langsung membantah telah menggunakan senjata kimia dalam insiden itu. Pemerintah menuding, laporan itu sengaja dibuat para aktivis untuk menganggu tim PBB yang akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
(esn)