Sphinx Mesir 4 ribu tahun ditemukan di Israel
Jum'at, 09 Agustus 2013 - 16:08 WIB
Sphinx Mesir 4 ribu tahun ditemukan di Israel
A
A
A
Sindonews.com – Sphinx Mesir yang diperkirakan berusia 4 ribu tahun, ditemukan situs Tel Hazor, di Israel utara. Teka-teki terkuburnya Sphinx Mesir yang sampai menembus wilayah Israel itu tengah diselidiki para arkeolog.
Situs Tel Hazor selama ini menjadi lahan harta karun bagi para arkeolog. Cakar dari patung Sphinx, ditemukan saat penggalian prasasti hieroglif yang dikubur Raja Mycerinus. Firaun yang memerintah Mesir tahun 2500 SM, ikut mengawasi pembangunan salah satu dari tiga piramida Giza, di mana namanya ikut diabadikan.
”Sekali dalam seumur hidup Anda melihat temuan seperti ini,” ujar Amnon Ben-Tor, direktur penggalian dan seorang profesor di Universitas Ibrani, yang mensponsori penggalian arkeologi, seperti dikutip CNN, Jumat (9/8/2013).
”Ini adalah temuan yang sangat penting dari banyak sudut pandang, karena merupakan satu-satunya Sphinx raja yang terkenal di dunia. Bahkan di Mesir, juga menjadi satu-satunya karya patung monumental yang ditemukan di Levant," katanya, mengacu pada wilayah yang mencakup bagian timur Laut Mediterania.
Ben-Tor mengatakan kondisi Sphinx saat ditemukan memang tidak sempurna, seperti halnya 10 patung lainnya di sekitar Mesir. Kebanyakan patung memiliki kepala dan tangan yang dalam kondisi terpotong.
”Inilah yang terjadi dengan temuan yang satu ini, di sini. Dia kehilangan tangannya,” kata Ben-Tor. Sphinx penuh diperkirakan setinggi setengah meter, dengan berat setengah ton.
Situs Tel Hazor selama ini menjadi lahan harta karun bagi para arkeolog. Cakar dari patung Sphinx, ditemukan saat penggalian prasasti hieroglif yang dikubur Raja Mycerinus. Firaun yang memerintah Mesir tahun 2500 SM, ikut mengawasi pembangunan salah satu dari tiga piramida Giza, di mana namanya ikut diabadikan.
”Sekali dalam seumur hidup Anda melihat temuan seperti ini,” ujar Amnon Ben-Tor, direktur penggalian dan seorang profesor di Universitas Ibrani, yang mensponsori penggalian arkeologi, seperti dikutip CNN, Jumat (9/8/2013).
”Ini adalah temuan yang sangat penting dari banyak sudut pandang, karena merupakan satu-satunya Sphinx raja yang terkenal di dunia. Bahkan di Mesir, juga menjadi satu-satunya karya patung monumental yang ditemukan di Levant," katanya, mengacu pada wilayah yang mencakup bagian timur Laut Mediterania.
Ben-Tor mengatakan kondisi Sphinx saat ditemukan memang tidak sempurna, seperti halnya 10 patung lainnya di sekitar Mesir. Kebanyakan patung memiliki kepala dan tangan yang dalam kondisi terpotong.
”Inilah yang terjadi dengan temuan yang satu ini, di sini. Dia kehilangan tangannya,” kata Ben-Tor. Sphinx penuh diperkirakan setinggi setengah meter, dengan berat setengah ton.
(esn)