Presiden Mansour marah karena asing intervensi krisis Mesir
Rabu, 07 Agustus 2013 - 12:10 WIB
Presiden Mansour marah karena asing intervensi krisis Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Presiden interim Mesir Adly Mansour, mulai gerah dengan gencarnya intervensi asing dengan dalih sebagai mediator untuk merampungkan krisis politik di negaranya. Mansour berujar, intervensi asing yang berlebihan tidak bisa diterima oleh pemerintah.
Mansour yang berbicara di stasiun televisi negara Mesir, menyebut, berbagai komenter senator AS, John McCain, sebagai intervensi yang tidak bisa diterima. ”Tekanan asing telah melebihi standar internasional,” kata juru bicara kepresidenan Mesir, Ahmed al-Musalamani, seperti dikutip BBC, Rabu (7/8/2013).
Mansour dalam siaran wawancaranya dengan CBC TV, meluapkan kemarahannya terhadap senator AS itu. ”Itu penghinaan besar untuk Mesir dan rakyatnya,” tulis CBC TV, merujuk pada pernyataan Mansour.
Sementara itu, surat kabar al-Ahram, yang mengutip sumber-sumber resmi pemerintah, menulis, pemerintah siap untuk mengumumkan bahwa upaya mediasi oleh asing telah gagal. Presiden Mansour, menurut surat kabar itu, melanjutkan rencananya untuk menggelar Pemilu dalam waktu sembilan bulan ke depan.
Seorang anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin juga menolak pernyataan para senator AS. Hassan el-Prince, anggota Ikhwanul Muslimin, mengatakan AS sedang berusaha cuci tangan setelah gagal melakukan mediasi di Mesir. ”Mereka melompat keluar dari ‘kapal yang tenggelam’ yang dikemudikan para pemimpin kudeta,” ujar el-Prince.
Mansour yang berbicara di stasiun televisi negara Mesir, menyebut, berbagai komenter senator AS, John McCain, sebagai intervensi yang tidak bisa diterima. ”Tekanan asing telah melebihi standar internasional,” kata juru bicara kepresidenan Mesir, Ahmed al-Musalamani, seperti dikutip BBC, Rabu (7/8/2013).
Mansour dalam siaran wawancaranya dengan CBC TV, meluapkan kemarahannya terhadap senator AS itu. ”Itu penghinaan besar untuk Mesir dan rakyatnya,” tulis CBC TV, merujuk pada pernyataan Mansour.
Sementara itu, surat kabar al-Ahram, yang mengutip sumber-sumber resmi pemerintah, menulis, pemerintah siap untuk mengumumkan bahwa upaya mediasi oleh asing telah gagal. Presiden Mansour, menurut surat kabar itu, melanjutkan rencananya untuk menggelar Pemilu dalam waktu sembilan bulan ke depan.
Seorang anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin juga menolak pernyataan para senator AS. Hassan el-Prince, anggota Ikhwanul Muslimin, mengatakan AS sedang berusaha cuci tangan setelah gagal melakukan mediasi di Mesir. ”Mereka melompat keluar dari ‘kapal yang tenggelam’ yang dikemudikan para pemimpin kudeta,” ujar el-Prince.
(esn)