Ledakan di apartemen Argentina, 9 orang tewas, 21 hilang
Rabu, 07 Agustus 2013 - 10:12 WIB
Ledakan di apartemen Argentina, 9 orang tewas, 21 hilang
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya sembilan orang tewas dan 63 lainnya cedera, ketika boiler meledak di sebuah gedung apartemen di kota Rosario, Argentina, meledak kemarin. Polisi setempat menyatakan, 21 orang dinyatakan hilang dalam ledakan itu.
Pejabat pemerintah Rosario, mengatakan korban tewas kemungkinan bisa bertambah. Seperti dikutip Xinhua, Rabu (7/8/2013), ledakan terjadi pukul 09.30 waktu setempat. Kepala Pemadam kebakaran Rosario, Ernesto Lopez Salvatierra, mengatakan ledakan boiler di gedung yang terletak di Jalan 2145 Salta, membuat dinding bangunan runtuh dan memicu kebakaran besar.
Api baru bisa dipadaman pukul 14.45 waktu setempat. Menteri Pertahanan Argentina Agustin Rossi dan Menteri Keamanan, Sergio Berni telah tiba di lokasi. Mereka, bersama dengan para pejabat setempat berkoordinasi untuk melakukan penyelamatan para korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
Sebanyak 11 sekolah yang berada di dekat lokasi kejadian ditutup selama dua hari. ”Ada ledakan dahsyat, kata Florencia Papucci, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian. ”Anda bisa merasakan seperti gempa bumi,” lanjut dia.
Ribuan polisi dari Provinsi Santa Fe, dan Aparat Angkatan Laut mengepung kawasan setempat, untuk mencegah penjarahan. Sebanyak 26 ambulans juga telah dikerahkan.
Pejabat pemerintah Rosario, mengatakan korban tewas kemungkinan bisa bertambah. Seperti dikutip Xinhua, Rabu (7/8/2013), ledakan terjadi pukul 09.30 waktu setempat. Kepala Pemadam kebakaran Rosario, Ernesto Lopez Salvatierra, mengatakan ledakan boiler di gedung yang terletak di Jalan 2145 Salta, membuat dinding bangunan runtuh dan memicu kebakaran besar.
Api baru bisa dipadaman pukul 14.45 waktu setempat. Menteri Pertahanan Argentina Agustin Rossi dan Menteri Keamanan, Sergio Berni telah tiba di lokasi. Mereka, bersama dengan para pejabat setempat berkoordinasi untuk melakukan penyelamatan para korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
Sebanyak 11 sekolah yang berada di dekat lokasi kejadian ditutup selama dua hari. ”Ada ledakan dahsyat, kata Florencia Papucci, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian. ”Anda bisa merasakan seperti gempa bumi,” lanjut dia.
Ribuan polisi dari Provinsi Santa Fe, dan Aparat Angkatan Laut mengepung kawasan setempat, untuk mencegah penjarahan. Sebanyak 26 ambulans juga telah dikerahkan.
(esn)