Senator AS: Militer Mesir harus keluar dari politik
Selasa, 06 Agustus 2013 - 11:49 WIB
Senator AS: Militer Mesir harus keluar dari politik
A
A
A
Sindonews.com - Senator AS John McCain dan Lindsey Graham, pada Selasa (6/8/2013), berencana menemui para petinggi Mesir. Mereka ingin membantu mancari solusi damai atas krisis politik Mesir.
Kedua senator dari Partai Republik AS itu, direncanakan akan bertemu dengan Presiden interim Adly Mansour, Menteri Pertahanan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi dan Menteri Luar Negeri Nabil Fahmy interim. Demikian disampaikan juru bicara urusan luar negeri Mesir Badr Abdelatty.
Mereka juga diharapkan bertemu dengan para pemimpin Ikhwanul Muslimin, pendukung presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi. McCain dan Graham mengklaim, perjalanannya ke Kairo atas permintaan Presiden AS, Barack Obama.
Graham berpendapat, militer Mesir harus secepatnya keluar dari politik di negara itu. ”Militer Mesir harus bergerak lebih agresif untuk mengembalikan kontrol (negara) ke warga sipil dan organisasi sipil,” kata Graham seperti dikutip CNN.
”Militer tidak bisa terus menjalankan negara. Kita perlu Pemilu yang demokratis. Ikhwanul Muslimin turun ke jalan, melawan perbedaan Anda (militer) di sana. Jika ini terus berlanjut, Mesir akan menjadi sebuah negara yang gagal. Itulah mengapa kita akan pergi ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, dikutip BBC, Selasa (6/8/2013), Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Chuck Hagel menelepon panglima militer Jenderal Abdul Fattah al-Sisi untuk membahas kemajuan mediasi yang dilakukan utusan AS dan Uni Eropa. Wakil Menteri Luar Negeri AS, William Burns juga mengunjungi Wakil Kepala Ikhwanul Muslimin Khairat al-Shater di penjara.
Kedua senator dari Partai Republik AS itu, direncanakan akan bertemu dengan Presiden interim Adly Mansour, Menteri Pertahanan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi dan Menteri Luar Negeri Nabil Fahmy interim. Demikian disampaikan juru bicara urusan luar negeri Mesir Badr Abdelatty.
Mereka juga diharapkan bertemu dengan para pemimpin Ikhwanul Muslimin, pendukung presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi. McCain dan Graham mengklaim, perjalanannya ke Kairo atas permintaan Presiden AS, Barack Obama.
Graham berpendapat, militer Mesir harus secepatnya keluar dari politik di negara itu. ”Militer Mesir harus bergerak lebih agresif untuk mengembalikan kontrol (negara) ke warga sipil dan organisasi sipil,” kata Graham seperti dikutip CNN.
”Militer tidak bisa terus menjalankan negara. Kita perlu Pemilu yang demokratis. Ikhwanul Muslimin turun ke jalan, melawan perbedaan Anda (militer) di sana. Jika ini terus berlanjut, Mesir akan menjadi sebuah negara yang gagal. Itulah mengapa kita akan pergi ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, dikutip BBC, Selasa (6/8/2013), Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Chuck Hagel menelepon panglima militer Jenderal Abdul Fattah al-Sisi untuk membahas kemajuan mediasi yang dilakukan utusan AS dan Uni Eropa. Wakil Menteri Luar Negeri AS, William Burns juga mengunjungi Wakil Kepala Ikhwanul Muslimin Khairat al-Shater di penjara.
(esn)