Utusan Barat & Arab kunjungi pimpinan Ikhwanul di penjara Mesir
Senin, 05 Agustus 2013 - 11:56 WIB
Utusan Barat & Arab kunjungi pimpinan Ikhwanul di penjara Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Utusan negara Barat dan Arab mengunjungi para pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir di penjara. Demikian laporan kantor berita pemerintah Mesir, MENA, Senin (5/8/2013).
”Para utusan itu, bertemu wakil pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir, Khairat el-Shater pada tengah malam, setelah mendapat izin dari jaksa penuntut umum Mesir,” tulis Reuters, mengutip laporan MENA. Mereka mengunjungi el-Shater di penjara Tora, selatan Kairo.
Laporan MENA itu, berlawanan dengan informasi dari sumber pemerintah Mesir, yang menyatakan, bahwa pemerintah menolak kunjungan dari utusan utusan Amerika Serikat, Uni Eropa, Uni Emirat Arab dan Qatar. MENA tidak memberikan rincian lebih lanjut soal hasil kunjungan itu.
Sebelumnya, stasiun televisi al-Jazeera yang berbasis di Doha, melaporkan, pertemuan utusan asing dengan pimpinan Ikhwanul Muslimin telah terjadi. Namun, laporan itu tidak dapat dikonfirmasi.
Shater adalah seorang wakil pemimpin kelompok pendukung Presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi. Ia ditangkap aparat keamanan Mesir, sesaat setelah kejatuhan Morsi. Shater ditangkap atas tuduhan menghasut kekerasan.
Upaya mediasi kelompok pro dan anti-Morsi oleh internasional terus bermunculan, menyusul protes massal yang berakibat tewasnya puluhan demonstran. Pemerintah interim Mesir yang didukung militer mengatakan, pada Minggu kemarin, bahwa mereka akan memberikan kesempatan mediasi, namun dengan waktu yang terbatas.
”Para utusan itu, bertemu wakil pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir, Khairat el-Shater pada tengah malam, setelah mendapat izin dari jaksa penuntut umum Mesir,” tulis Reuters, mengutip laporan MENA. Mereka mengunjungi el-Shater di penjara Tora, selatan Kairo.
Laporan MENA itu, berlawanan dengan informasi dari sumber pemerintah Mesir, yang menyatakan, bahwa pemerintah menolak kunjungan dari utusan utusan Amerika Serikat, Uni Eropa, Uni Emirat Arab dan Qatar. MENA tidak memberikan rincian lebih lanjut soal hasil kunjungan itu.
Sebelumnya, stasiun televisi al-Jazeera yang berbasis di Doha, melaporkan, pertemuan utusan asing dengan pimpinan Ikhwanul Muslimin telah terjadi. Namun, laporan itu tidak dapat dikonfirmasi.
Shater adalah seorang wakil pemimpin kelompok pendukung Presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi. Ia ditangkap aparat keamanan Mesir, sesaat setelah kejatuhan Morsi. Shater ditangkap atas tuduhan menghasut kekerasan.
Upaya mediasi kelompok pro dan anti-Morsi oleh internasional terus bermunculan, menyusul protes massal yang berakibat tewasnya puluhan demonstran. Pemerintah interim Mesir yang didukung militer mengatakan, pada Minggu kemarin, bahwa mereka akan memberikan kesempatan mediasi, namun dengan waktu yang terbatas.
(esn)