Bom guncang luar markas keamanan Mesir, 19 orang luka
Rabu, 24 Juli 2013 - 19:11 WIB
Bom guncang luar markas keamanan Mesir, 19 orang luka
A
A
A
Sindonews.com - Ledakan bom mengguncang luar markas besar keamanan di salah satu kota Delta Nil, Mesir. Menurut pejabat kemanan, Rabu (24/7/2013) ledakan bom itu telah melukai 19 orang.
Insiden itu semakin menimbulkan kekhawatiran terhadap memburuknya situasi keamanan di Mesir, setelah Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi Presiden Mesir oleh militer beberapa pekan lalu.
Ledakan bom itu, diduga ditargetkan pada polisi di ibu kota provinsi Mansoura, Dakahliya. Selama ini aparat kepolisian Mesir menjadi target serangan secara brutal dan meluas hingga ke Sinai utara.
Para pejabat keamanan mengatakan 19 orang terluka akibat ledakan bom itu. Terdiri dari 13 polisi dan enam warga sipil. Bom itu meledak tengah malam, saat kota tersebut ramai dengan kerumunan orang yang menikmati suasana Ramadan.
Sementara, para pejabat polisi terlibat baku tembak dengan orang-orang tak dikenal, di sebuah bangunan setelah ledakan bom terjadi. Belum ada laporan kemungkinan jatuhnya korban dalam baku tembak tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan, Ahmad al-Muslimani, seperti dikutip AP, merilis sebuah pernyataan yang menyerukan perlawanan terhadap aksi terorisme. ”Serangan teroris di Mansoura, tidak akan menggoyahkan Mesir,” ujarnya. ”Mesir telah menang dalam perang melawan terorisme sebelumnya, dan akan menang lagi hari ini.”
Insiden itu semakin menimbulkan kekhawatiran terhadap memburuknya situasi keamanan di Mesir, setelah Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi Presiden Mesir oleh militer beberapa pekan lalu.
Ledakan bom itu, diduga ditargetkan pada polisi di ibu kota provinsi Mansoura, Dakahliya. Selama ini aparat kepolisian Mesir menjadi target serangan secara brutal dan meluas hingga ke Sinai utara.
Para pejabat keamanan mengatakan 19 orang terluka akibat ledakan bom itu. Terdiri dari 13 polisi dan enam warga sipil. Bom itu meledak tengah malam, saat kota tersebut ramai dengan kerumunan orang yang menikmati suasana Ramadan.
Sementara, para pejabat polisi terlibat baku tembak dengan orang-orang tak dikenal, di sebuah bangunan setelah ledakan bom terjadi. Belum ada laporan kemungkinan jatuhnya korban dalam baku tembak tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan, Ahmad al-Muslimani, seperti dikutip AP, merilis sebuah pernyataan yang menyerukan perlawanan terhadap aksi terorisme. ”Serangan teroris di Mansoura, tidak akan menggoyahkan Mesir,” ujarnya. ”Mesir telah menang dalam perang melawan terorisme sebelumnya, dan akan menang lagi hari ini.”
(esn)