Inggris akan kirim penangkal senjata kimia ke Suriah
Selasa, 16 Juli 2013 - 18:47 WIB
Inggris akan kirim penangkal senjata kimia ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Inggris akan memberikan sejumlah peralatan penangkal senjata kimia, termasuk senyawa sarin, kepada pemberontak Suriah. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague dalam pernyataan tertulis kepada parlemen Inggris, Selasa (16/7/2013).
Dalam pernyataan itu, Hague mengatakan, Inggris akan memberikan 5 ribu kerudung, tablet pelindung saraf, dan kertas detektor senjata kimia ke Koalisi Nasional Suriah pada atau setelah 3 Agustus 2013.
”Ada bukti serangan menggunakan senjata kimia di Suriah, termasuk senyawa sarin,” kata Hague, dalam pernyataan tersebut, dikutip Reuters. ”Kami percaya bahwa penggunaan senjata kimia disetujui dan diperintahkan oleh rezim Assad,” lanjut dia.
Inggris telah berulang kali mengatakan, bahwa mereka meyakini pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia dalam konflik di negara itu. AS juga cenderung menuduh rezim Assad menggunakan senjata kimia.
Berbeda halnya dengan Rusia, yang sudah melakukan penelitian dan menemukan penggunaan senjata kimia dari proyektil milik pemberontak Suriah. Bukti-bukti yang ditemukan Rusia, akan diserahkan ke PBB.
Sedangkan pihak pemberontak dan rezim Assad saling melempar klaim atas penggunaan senjata kimia. Terakhir, tentara Suriah menemukan pabrik bahan kimia yang diduga kuat digunakan untuk pembuatan senjata kimia oleh pemberontak.
Dalam pernyataan itu, Hague mengatakan, Inggris akan memberikan 5 ribu kerudung, tablet pelindung saraf, dan kertas detektor senjata kimia ke Koalisi Nasional Suriah pada atau setelah 3 Agustus 2013.
”Ada bukti serangan menggunakan senjata kimia di Suriah, termasuk senyawa sarin,” kata Hague, dalam pernyataan tersebut, dikutip Reuters. ”Kami percaya bahwa penggunaan senjata kimia disetujui dan diperintahkan oleh rezim Assad,” lanjut dia.
Inggris telah berulang kali mengatakan, bahwa mereka meyakini pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia dalam konflik di negara itu. AS juga cenderung menuduh rezim Assad menggunakan senjata kimia.
Berbeda halnya dengan Rusia, yang sudah melakukan penelitian dan menemukan penggunaan senjata kimia dari proyektil milik pemberontak Suriah. Bukti-bukti yang ditemukan Rusia, akan diserahkan ke PBB.
Sedangkan pihak pemberontak dan rezim Assad saling melempar klaim atas penggunaan senjata kimia. Terakhir, tentara Suriah menemukan pabrik bahan kimia yang diduga kuat digunakan untuk pembuatan senjata kimia oleh pemberontak.
(esn)