Usai Ikhawanul, giliran oposisi tolak rencana Pemilu Mesir
Rabu, 10 Juli 2013 - 10:18 WIB
Usai Ikhawanul, giliran oposisi tolak rencana Pemilu Mesir
A
A
A
Sindonews.com- Setelah kelompok Ihkawanul Muslimin menolak rencana Pemilu Mesir yang ditetapkan presiden sementara Mesir, Adly Mansour pada Januari 2014 mendatang, kini giliran kelompok oposisi liberal menolak hal serupa.
Opsisi liberal yang tergabung dalam Front Keselamatan Nasional (NSF), menuntut perubahan lebih banyak dari rencana yang diputuskan Mansour. Kelompok yang semula mendukung militer dalam pelengseran Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir, berubah sikap setelah kekerasan terus meningkat.
”NSF mengumumkan penolakannya terhadap keputusan konstitusional (yang ditetapkan Mansour),” kata pihak oposisi liberal dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC, Rabu (10/7/2013). Mereka menuntut perubahan proposal rencana Pemilu.
Namun, kelompok koalisi pimpinan Mohamed ElBaradei--tokoh yang jadi Wakil Presiden Mesir--, tidak menjelaskan lebih lanjut terkait solusi yang ditawarkan.
Sementara, dikutip Reuters, pihak Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung Morsi, merasa kemenangan Pemilu-nya sudah dirampas. Rencana Pemilu yang ditetapkan presiden sementara Mesir, Adly Mansour, menurut mereka tidak akan mengembalikan kemenangan Pemilu yang mereka raih setahun lalu.
Ikhwanul Muslimin juga membantah memiliki agenda Islam yang agresif. Mereka hanya menuntut kekuasaan Morsi yang merupakan hasil Pemilu yang demokratis dikembalikan.
Opsisi liberal yang tergabung dalam Front Keselamatan Nasional (NSF), menuntut perubahan lebih banyak dari rencana yang diputuskan Mansour. Kelompok yang semula mendukung militer dalam pelengseran Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir, berubah sikap setelah kekerasan terus meningkat.
”NSF mengumumkan penolakannya terhadap keputusan konstitusional (yang ditetapkan Mansour),” kata pihak oposisi liberal dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC, Rabu (10/7/2013). Mereka menuntut perubahan proposal rencana Pemilu.
Namun, kelompok koalisi pimpinan Mohamed ElBaradei--tokoh yang jadi Wakil Presiden Mesir--, tidak menjelaskan lebih lanjut terkait solusi yang ditawarkan.
Sementara, dikutip Reuters, pihak Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung Morsi, merasa kemenangan Pemilu-nya sudah dirampas. Rencana Pemilu yang ditetapkan presiden sementara Mesir, Adly Mansour, menurut mereka tidak akan mengembalikan kemenangan Pemilu yang mereka raih setahun lalu.
Ikhwanul Muslimin juga membantah memiliki agenda Islam yang agresif. Mereka hanya menuntut kekuasaan Morsi yang merupakan hasil Pemilu yang demokratis dikembalikan.
(esn)