Besok, PM Australia & SBY bertemu untuk bahas suaka
Kamis, 04 Juli 2013 - 14:51 WIB
Besok, PM Australia & SBY bertemu untuk bahas suaka
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd sedang menuju ke Indonesia, Kamis (4/7/2013). Dia akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta, Jumat (5/7/2013) untuk membahas kebijakan pencari suaka.
Jumlah orang yang tiba dengan perahu melalui perairan Indonesia untuk mencari suaka meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar berasal dari Irak, Iran, Sri Lanka dan Afghanistan. Mereka melewati perairan Indonesia menuju Christmas Island.
Tahun lalu, Pemerintah Australia memperkenalkan kembali kebijakan kontroversial. Di mana orang-orang yang tiba dengan perahu di Australia akan dikirim ke kamp-kamp di Nauru dan Papua Nugini untuk diproses.
Data pencari suaka yang dirilis Departemen Imigrasi Australia, dari 2010 hingga 2013, antara lain, tahun2010; 134 kapal membawa 6.535 penumpang. Tahun 2011; 69 perahu membawa 4.565 penumpang. Tahun 2012; 278 kapal membawa 17.202 penumpang. Kemudian tahun 2013 (hingga 7 Juni) ada 164 kapal membawa 11.017 penumpang.
Pemimpin Oposisi, Tony Abbott, mengatakan, agar lebih aman lebih baik para perahu pencari suaka diarahkan ke Indonesia. Tapi, Rudd mengecam pernyataan itu, karena bisa merusak hubungan Australia dengan Indonesia.
”Ini akan salah dan saya pikir tidak sopan terhadap Presiden Indonesia,” kata Rudd. ”Segala sesuatu tetap dan kembali normal,” lanjut dia.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan pada Rabu kemarin, bahwa isu penyelundupan manusia harus ditangani atas dasar multilateral.
Jumlah orang yang tiba dengan perahu melalui perairan Indonesia untuk mencari suaka meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar berasal dari Irak, Iran, Sri Lanka dan Afghanistan. Mereka melewati perairan Indonesia menuju Christmas Island.
Tahun lalu, Pemerintah Australia memperkenalkan kembali kebijakan kontroversial. Di mana orang-orang yang tiba dengan perahu di Australia akan dikirim ke kamp-kamp di Nauru dan Papua Nugini untuk diproses.
Data pencari suaka yang dirilis Departemen Imigrasi Australia, dari 2010 hingga 2013, antara lain, tahun2010; 134 kapal membawa 6.535 penumpang. Tahun 2011; 69 perahu membawa 4.565 penumpang. Tahun 2012; 278 kapal membawa 17.202 penumpang. Kemudian tahun 2013 (hingga 7 Juni) ada 164 kapal membawa 11.017 penumpang.
Pemimpin Oposisi, Tony Abbott, mengatakan, agar lebih aman lebih baik para perahu pencari suaka diarahkan ke Indonesia. Tapi, Rudd mengecam pernyataan itu, karena bisa merusak hubungan Australia dengan Indonesia.
”Ini akan salah dan saya pikir tidak sopan terhadap Presiden Indonesia,” kata Rudd. ”Segala sesuatu tetap dan kembali normal,” lanjut dia.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan pada Rabu kemarin, bahwa isu penyelundupan manusia harus ditangani atas dasar multilateral.
(esn)