Lagi, Korsel ajak Korut dialog soal zona Kaesong
Kamis, 04 Juli 2013 - 14:43 WIB
Lagi, Korsel ajak Korut dialog soal zona Kaesong
A
A
A
Sindonews.com - Korea Selatan (Korsel) kembali mengusulkan perundingan dengan Korea Utara (Korut) untuk membahas kembali pembukaan zona industri Kaesong. Seoul membuat proposal, sehari setelah Pyongyang mengatakan, pejabat Korsel bisa mengunjungi kompleks tertutup itu untuk memeriksa peralatan.
Aktivistas di zona Industri Kaesong--yang jadi simbol kerjasama Korut dan Korsel--, dihentikan pada April lalu, di saat hubungan regional dua Korea itu memanas. Upaya mengadakan pembicaraan tingkat tinggi bulan lalu pun gagal, karena alasan prosedural.
”Pemerintah ingin pembicaraan diadakan di Desa Panmunjom (wilayah yang diterapkan gencatan senjata),” kata Kementerian Korsel dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC, Kamis (4/7/2013).
”Sikap Seoul tetap konsisten dan berpusat pada otoritas pemerintah untuk menyelesaikan semua isu yang beredar, melalui dialog,” lanjut pernyataan itu.
Tawaran untuk dialog itu dilakukan melalui hotline Korut dan Korsel, yang diputus Pyongyang Juni lalu. Namun, hotline itu telah dihidupkan lagi. Korsel mengusulkan pembicaraan berlangsung, pada Sabtu nanti.
Sebelum aktivitas di zona industri itu dihentikan, ada sekitar 120 perusahaan Korsel di Kaesong yang berkontribusi kepada Korut berupa sumber mata uang. ”Kaesong harus dibuka kembali atau (pabrik) harus pindah ke tempat lain,” kata seorang juru bicara yang mewakili pabrik pembuat mesin dan alat elektronik di Kaesong.
Aktivistas di zona Industri Kaesong--yang jadi simbol kerjasama Korut dan Korsel--, dihentikan pada April lalu, di saat hubungan regional dua Korea itu memanas. Upaya mengadakan pembicaraan tingkat tinggi bulan lalu pun gagal, karena alasan prosedural.
”Pemerintah ingin pembicaraan diadakan di Desa Panmunjom (wilayah yang diterapkan gencatan senjata),” kata Kementerian Korsel dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC, Kamis (4/7/2013).
”Sikap Seoul tetap konsisten dan berpusat pada otoritas pemerintah untuk menyelesaikan semua isu yang beredar, melalui dialog,” lanjut pernyataan itu.
Tawaran untuk dialog itu dilakukan melalui hotline Korut dan Korsel, yang diputus Pyongyang Juni lalu. Namun, hotline itu telah dihidupkan lagi. Korsel mengusulkan pembicaraan berlangsung, pada Sabtu nanti.
Sebelum aktivitas di zona industri itu dihentikan, ada sekitar 120 perusahaan Korsel di Kaesong yang berkontribusi kepada Korut berupa sumber mata uang. ”Kaesong harus dibuka kembali atau (pabrik) harus pindah ke tempat lain,” kata seorang juru bicara yang mewakili pabrik pembuat mesin dan alat elektronik di Kaesong.
(esn)