Demo untuk pelengseran Morsi, 16 orang terbunuh

Senin, 01 Juli 2013 - 19:04 WIB
Demo untuk pelengseran...
Demo untuk pelengseran Morsi, 16 orang terbunuh
A A A
Sindonews.com – Jumlah orang yang terbunuh dalam demo besar untuk melengserkan Presiden Mesir, Mohamed Morsi, terus bertambah. Kementerian Kesehatan Mesir, pada Senin (1/7/2013) sore, merilis jumlah orang tewas sudah mencapai 16 orang.

Dari 16 korban tewas itu, delapan di antaranya, merupakan korban bentrokan antara penentang dan pendukung Presiden Morsi di Kairo. ”Salah satu pengunjuk rasa tercekik sampai mati di luar Istana Presiden di Kairo, dan satu lagi meninggal karena luka di kota pesisir Alexandria,” demikian pernyataan Kementerian itu.

Sedangkan korban luka ada perbedaan data antara sumber medis dan sumber keamanan. Dikutip Reuters, sumber medis, mencatat jumlah korban luka mencapai 100 orang. Sedangkan versi sumber keamanan, jumlah korban luka mencapai 781 orang.

Jatuhnya korban tewas dalam demo besar untuk melengserkan Presiden Morsi itu, memicu kemarahan para penentang Morsi dan kelompoknya, Ikhwanul Muslimin. Akibatnya, markas Ikhwanul Muslimin jadi korban amukan para penantang Morsi. Penjaga markas Ikhwanul Muslimin, menembaki pemuda yang melemparkan bom molotov dan batu ke markas tersebut.

Para penentang Morsi atau yang dikenal dengan sebutan Tamarod sudah mengultimatum Morsi agar mundur dari jabatannya dalam waktu satu hari. Ultimatum itu ditulis dalam akun resminya di Facebook, bahwa Presiden Morsi harus meninggalkan kantornya pada Selasa (2/7/2013). Jika tidak dipenuhi, Tamarod akan menggerakkan sipil dan menyerukan protes nasional di Istana Presiden.

Mereka menyebut, kebijakan Morsi adalah penyebab gangguan hukum, ketertiban, dan kekacauan ekonomi sehingga warga Mesir harus antre berjam-jam di SBPU untuk mendapatkan bahan bakar.

Sebaliknya, para loyalis Morsi membelanya dengan mengklaim Morsi dipilih oleh 13 juta rakyat Mesir dalam Pemilu. Kekacauan yang terjadi di Mesir, menurut pendukung Morsi, adalah warisan sistem pemerintahan sebelumnya, dan Morsi akan diberi kesempatan untuk memperbaikinya.

”Kami tidak akan pergi dan presiden (tetap) tinggal,” kata seorang pendukung Morsi, kepada CNN. ”Kami percaya pada demokrasi. Jika orang tidak menyukainya, mereka dapat memilih lagi dalam tiga tahun.”

Sementara itu, Morsi kepada The Guardian, menolak untuk lengser. Dia mengaku siap untuk berdialog dengan penentangnya. Namun, ketegangan dua kubu (penentang dan pendukung Morsi) terus memanas dan meluas di berbagai kota di Mesir.
(esn)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
19 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
3 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved