Demo upaya pelengseran Morsi, 7 orang terbunuh
Senin, 01 Juli 2013 - 11:26 WIB
Demo upaya pelengseran Morsi, 7 orang terbunuh
A
A
A
Sindonews.com- Jutaan warga Mesir turun ke jalan-jalan di berbagai kota, menyerukan pelengseran Presiden Mohamed Morsi, pada Minggu (30/6/2013). Dikutip The Guardian, Senin (1/7/2013), tujuh orang terbunuh dalam demo besar, yang lima di antaranya ditembak mati.
Beberapa jam, kemudian Morsi menyatakan, tidak akan mundur dari kursi presiden seperti tuntutan para demonstran.
Demo besar itu, bertepatan dengan setahun Presiden Morsi memimpin Mesir. Semula demonstran berkumpul di Tahrir Square, Kairo. Kemudian bergerak menuju ke Istana Presiden, di Itahadiya pada malam harinya.
Sumber-sumber keamanan, menyebut, setidaknya tujuh orang tewas dan lebih dari 600 terluka dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi. Lima orang mati ditembak, di berbagai kota di Kairo selatan, masing-masing di Beni Suef dan Fayoum dan tiga lainnya di Assiut.
Menurut sumber medis setempat, dua lainnya tewas dalam serangan di markas nasional Ikhwanul Muslimin di pinggiran Ibu Kota. Ratusan orang melemparkan bom molotov dan batu yang membakar gedung Ikhwanul Muslimin dan melukai penjaganya. Baku tembak antara penjaga gedung dan penyerang juga terjadi.
Seorang juru bicara Morsi, Omar Amer, mengatakan bahwa presiden sadar, jika ia telah membuat kesalahan dan berusaha untuk memperbaikinya. Omar Amer, menambahkan bahwa Morsi serius untuk melakukan dialog nasional seperti yang diminta.
”(Morsi) mengumumkan kepada semua orang Mesir bahwa ia membuat kesalahan, dan ia dalam proses memperbaiki kesalahan-kesalahan ini," kata Amer sebuah konferensi pers pada larut malam.
”Saya ingin mengkonfirmasi satu kebenaran, jika ada kekurangan respons terhadap demonstrasi. (Tapi) tidak ada kepentingan di dalamnya, dari sisi manapun, apa Anda pikir presiden bisa lakukan itu?,” lanjut juru bicara presiden tersebut. ”Presiden ini sekarang menunggu reaksi, tidak peduli seberapa kecil, sehingga dapat membangun.”
Sebuah sumber militer mengatakan kepada Reuters, bahwa sebanyak 14 juta orang di negara berpenduduk 84 juta ambil bagian dalam demonstrasi. Di Tahrir Square, para demonstran menargetkan sebuah helikopter militer dengan laser untuk mengganggu pilot.
Beberapa jam, kemudian Morsi menyatakan, tidak akan mundur dari kursi presiden seperti tuntutan para demonstran.
Demo besar itu, bertepatan dengan setahun Presiden Morsi memimpin Mesir. Semula demonstran berkumpul di Tahrir Square, Kairo. Kemudian bergerak menuju ke Istana Presiden, di Itahadiya pada malam harinya.
Sumber-sumber keamanan, menyebut, setidaknya tujuh orang tewas dan lebih dari 600 terluka dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi. Lima orang mati ditembak, di berbagai kota di Kairo selatan, masing-masing di Beni Suef dan Fayoum dan tiga lainnya di Assiut.
Menurut sumber medis setempat, dua lainnya tewas dalam serangan di markas nasional Ikhwanul Muslimin di pinggiran Ibu Kota. Ratusan orang melemparkan bom molotov dan batu yang membakar gedung Ikhwanul Muslimin dan melukai penjaganya. Baku tembak antara penjaga gedung dan penyerang juga terjadi.
Seorang juru bicara Morsi, Omar Amer, mengatakan bahwa presiden sadar, jika ia telah membuat kesalahan dan berusaha untuk memperbaikinya. Omar Amer, menambahkan bahwa Morsi serius untuk melakukan dialog nasional seperti yang diminta.
”(Morsi) mengumumkan kepada semua orang Mesir bahwa ia membuat kesalahan, dan ia dalam proses memperbaiki kesalahan-kesalahan ini," kata Amer sebuah konferensi pers pada larut malam.
”Saya ingin mengkonfirmasi satu kebenaran, jika ada kekurangan respons terhadap demonstrasi. (Tapi) tidak ada kepentingan di dalamnya, dari sisi manapun, apa Anda pikir presiden bisa lakukan itu?,” lanjut juru bicara presiden tersebut. ”Presiden ini sekarang menunggu reaksi, tidak peduli seberapa kecil, sehingga dapat membangun.”
Sebuah sumber militer mengatakan kepada Reuters, bahwa sebanyak 14 juta orang di negara berpenduduk 84 juta ambil bagian dalam demonstrasi. Di Tahrir Square, para demonstran menargetkan sebuah helikopter militer dengan laser untuk mengganggu pilot.
(esn)