Malaysia akhiri operasi terhadap gerilyawan Filipina bersenjata
Sabtu, 29 Juni 2013 - 18:19 WIB
Malaysia akhiri operasi terhadap gerilyawan Filipina bersenjata
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Malaysia pada Sabtu (29/6/2013), mengumumkan bahwa operasi untuk mengusir gerilyawan Filipina bersenjata dari negara bagian timur sudah berakhir.
Selama empat bulan, Malaysia melancarkan operasi terhadap gerilyawan Filipina bersenjata yang menyusup ke pulau Kalimantan.
Lebih dari 200 pengikut gerilyawan bersenjata dari pihak yang mengklaim sebagai Kesultanan Sulu, mendarat di negara bagian Sabah pada Februari lalu. Mereka menghidupkan kembali klaim lahan Kesultanan Suhu sejak berabad-abad silam.
Pertempuran antara gerilyawan dan pasukan keamanan Malaysia, dianggap sebagai krisis keamanan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Malaysia. Pertempuran itu, sudah menewaskan sedikitnya 68 warga Filipina dan 10 personel keamanan Malaysia.
Kepala Menteri Negara Bagian Sabah, Musa Aman,dikutip The Star mengatakan, operasi itu, untuk mengejar sisa-sisa militan dan simpatisannya yang tersebar di Sabah. ”Tapi zona keamanan telah dibentuk dengan pasukan yang ditempatkan secara permanen di sepanjang garis pantai. Di mana orang-orang bersenjata yang mendarat melanggar hukum,” ujarnya.
Pelanggaran keamanan memicu ketegangan Malaysia dan Filipina. Di satu sisi, banyak orang Malaysia marah atas penyusupan itu, di sisi lain, Filipina merasa tergerak untuk melindungi warganya yang bersengketa di Malaysia itu.
Selama empat bulan, Malaysia melancarkan operasi terhadap gerilyawan Filipina bersenjata yang menyusup ke pulau Kalimantan.
Lebih dari 200 pengikut gerilyawan bersenjata dari pihak yang mengklaim sebagai Kesultanan Sulu, mendarat di negara bagian Sabah pada Februari lalu. Mereka menghidupkan kembali klaim lahan Kesultanan Suhu sejak berabad-abad silam.
Pertempuran antara gerilyawan dan pasukan keamanan Malaysia, dianggap sebagai krisis keamanan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Malaysia. Pertempuran itu, sudah menewaskan sedikitnya 68 warga Filipina dan 10 personel keamanan Malaysia.
Kepala Menteri Negara Bagian Sabah, Musa Aman,dikutip The Star mengatakan, operasi itu, untuk mengejar sisa-sisa militan dan simpatisannya yang tersebar di Sabah. ”Tapi zona keamanan telah dibentuk dengan pasukan yang ditempatkan secara permanen di sepanjang garis pantai. Di mana orang-orang bersenjata yang mendarat melanggar hukum,” ujarnya.
Pelanggaran keamanan memicu ketegangan Malaysia dan Filipina. Di satu sisi, banyak orang Malaysia marah atas penyusupan itu, di sisi lain, Filipina merasa tergerak untuk melindungi warganya yang bersengketa di Malaysia itu.
(esn)