China ancam serang Filipina jika terus memprovokasi
Sabtu, 29 Juni 2013 - 11:17 WIB
China ancam serang Filipina jika terus memprovokasi
A
A
A
Sindonews.com - Media yang mencerminkan sikap Pemerintah China pada Sabtu (29/6/2013), memperingatkan, bahwa serangan dari China tidak akan terelakkan, jika Filipina terus memprovokasi Beijing di Laut China Selatan.
Peringatan itu muncul menjelang pertemuan dua menteri kedua pihak pada Pertemuan Asosiasi Negara Asia Tenggara di Brunei, Sabtu.
Ketegangan antara China dan Filipina muncul akibat klaim sengketa teritorial Laut China Selatan yang kemudian diperparah dengan aksi pendudukan militer Filipina di pulau kaya terumbu karang yang selama ini diklaim milik China.
Surat kabar pemerintah China, People’s Daily, menulis ”tujuh dosa Filipina di Laut China selatan” di halaman depannya. Dalam artikelnya, media itu merinci beberapa kesalahan Filipina yang bisa memicu serangan Beijing ke Manila. Di antaranya, pendudukan ilegal, penanaman modal asing untuk mengelola minyak dan gas di perairan yang disengketakan. ”Dan meng-internasionalisasikan perairan itu,” tulis Peoples’s Daily, dikutip Reuters.
Filipina telah meminta AS sebagai pelindung Manila. ”Sedangkan ASEAN menjadi ‘pembantu’-nya,” bunyi komentar pejabat di media yang mencerminkan sikap Pemerintah China. ”Filipina, mengetahui bahwa itu lemah, percayalah bahwa 'anak menangis akan memiliki susu untuk diminum’,” sindir media itu yang menyebut Manila tidak bermoral dengan melakukan pendudukan ilegal di wilayah sengketa.
Pada Kamis, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan, bahwa negara-negara pengklaim teritorial Laut China Selatan yang mencari bantuan ke pihak ketiga akan sia-sia. ”Jalan konfrontasi akan jadi takdir,” kata Wang Yi.
Peringatan itu muncul menjelang pertemuan dua menteri kedua pihak pada Pertemuan Asosiasi Negara Asia Tenggara di Brunei, Sabtu.
Ketegangan antara China dan Filipina muncul akibat klaim sengketa teritorial Laut China Selatan yang kemudian diperparah dengan aksi pendudukan militer Filipina di pulau kaya terumbu karang yang selama ini diklaim milik China.
Surat kabar pemerintah China, People’s Daily, menulis ”tujuh dosa Filipina di Laut China selatan” di halaman depannya. Dalam artikelnya, media itu merinci beberapa kesalahan Filipina yang bisa memicu serangan Beijing ke Manila. Di antaranya, pendudukan ilegal, penanaman modal asing untuk mengelola minyak dan gas di perairan yang disengketakan. ”Dan meng-internasionalisasikan perairan itu,” tulis Peoples’s Daily, dikutip Reuters.
Filipina telah meminta AS sebagai pelindung Manila. ”Sedangkan ASEAN menjadi ‘pembantu’-nya,” bunyi komentar pejabat di media yang mencerminkan sikap Pemerintah China. ”Filipina, mengetahui bahwa itu lemah, percayalah bahwa 'anak menangis akan memiliki susu untuk diminum’,” sindir media itu yang menyebut Manila tidak bermoral dengan melakukan pendudukan ilegal di wilayah sengketa.
Pada Kamis, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan, bahwa negara-negara pengklaim teritorial Laut China Selatan yang mencari bantuan ke pihak ketiga akan sia-sia. ”Jalan konfrontasi akan jadi takdir,” kata Wang Yi.
(esn)