Emir baru Qatar diyakini tak ubah kebijakan di Suriah
Kamis, 27 Juni 2013 - 18:10 WIB
Emir baru Qatar diyakini tak ubah kebijakan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Kebijakan Qatar tentang perang di Suriah diyakini tidak akan berubah, yakni mendukung pemberontak, meski Qatar dipimpin emir baru yang masih muda. Kebijakan Qatar di tangan Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dinilai tidak akan tegas seperti yang dilakukan ayahnya, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani.
”Qatar tidak akan mengubah kebijakannya. Tapi itu normal, untuk tim baru yang memilih gaya baru dalam menjalankan kekuasaan,” kata analis Emirat, Abdulkhaleq Abdulla, Kamis (27/6/2013).
”Dalam jangka pendek, kewajiban politik domestik akan dibanjiri diplomasi asing, karena pemerintah Sheikh Tamim akan mendengarkan orang-orang dalam pencarian popularitas,” lanjut Abdulla.
Akibatnya, lanjut dia, peran penting yang dimainkan oleh Qatar di negara-negara Arab, di antaranya Suriah, akan berkurang. ”Pengalaman Qatar tidak akan terulang di tempat lain di Teluk,” ujar Abdulla, yang menyebut, bahwa penyerahan kekuasaan Sheikh Hamad pada Selasa lalu tidak meyakinkan.
Dalam pidatonya, emir baru Qatar yang berusia 33 tahun itu, mengatakan meski gaya kepribadian emir akan berubah, tapi tanggung jawab dan tantangan tidak akan berubah. ”Qatar telah berpihak dengan orang-orang Arab dalam keinginan mereka untuk kebebasan dan martabat, melawan korupsi dan tirani,” ujar Sheikh Tamim.
Menurut analis yang berbasis di London, Abdelwahab Badrkhan, kebijakan emir baru Qatar itu akan melestarikan ayahnya, meski gayanya akan berbeda. ”Kurangnya referensi Suriah dalam pidato emir tidak berarti ada perubahan dalam kebijakan,” katanya.
”Qatar tidak akan mengubah kebijakannya. Tapi itu normal, untuk tim baru yang memilih gaya baru dalam menjalankan kekuasaan,” kata analis Emirat, Abdulkhaleq Abdulla, Kamis (27/6/2013).
”Dalam jangka pendek, kewajiban politik domestik akan dibanjiri diplomasi asing, karena pemerintah Sheikh Tamim akan mendengarkan orang-orang dalam pencarian popularitas,” lanjut Abdulla.
Akibatnya, lanjut dia, peran penting yang dimainkan oleh Qatar di negara-negara Arab, di antaranya Suriah, akan berkurang. ”Pengalaman Qatar tidak akan terulang di tempat lain di Teluk,” ujar Abdulla, yang menyebut, bahwa penyerahan kekuasaan Sheikh Hamad pada Selasa lalu tidak meyakinkan.
Dalam pidatonya, emir baru Qatar yang berusia 33 tahun itu, mengatakan meski gaya kepribadian emir akan berubah, tapi tanggung jawab dan tantangan tidak akan berubah. ”Qatar telah berpihak dengan orang-orang Arab dalam keinginan mereka untuk kebebasan dan martabat, melawan korupsi dan tirani,” ujar Sheikh Tamim.
Menurut analis yang berbasis di London, Abdelwahab Badrkhan, kebijakan emir baru Qatar itu akan melestarikan ayahnya, meski gayanya akan berbeda. ”Kurangnya referensi Suriah dalam pidato emir tidak berarti ada perubahan dalam kebijakan,” katanya.
(esn)