4 hari di Moskow, suaka untuk Snowden tak jelas
Kamis, 27 Juni 2013 - 17:07 WIB
4 hari di Moskow, suaka untuk Snowden tak jelas
A
A
A
Sindonews.com – Whistleblower NSA, Edward Snowden, 30 yang tengah diburu AS sudah empat hari berada di Bandara Sheremetyevo, Moskow, Kamis (27/6/2013), sejak meninggalkan Hong Kong Minggu lalu. Tapi, selama empat hari di Moskow, kepastian pemberian suaka untuk mantan karyawan CIA itu, belum jelas.
Pejabat di Bandara Sheremetyevo, dikutip Reuters, mengatakan, Snowden tidak memesan penerbangan keluar, meskipun ada tekanan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar Snowden segera meninggalkan Moskow.
Snowden, yang menghadapi tuduhan spionase di AS telah meminta suaka politik kepada Pemerintah Ekuador, tidak pernah terlihat sejak kedatangannya di Moskow.
Sebuah sumber di maskapai Aeroflot, mengatakan, bahwa dia terbang dari Hong Kong bersama Sarah Harrison, seorang peneliti untuk WikiLeaks. ”Dan telah memesan kursi untuk penerbangan ke Havana, Kamis,” tulis Reuters mengutip pernyataan sumber tersebut.
Sebelumnya, pejabat senior di Pemerintahan AS, mengatakan penangkapan Snowden hanya menunggu waktu saja. Pemerintah AS juga berharap Rusia akan membuat mantan karyawan CIA buronon AS itu, lelah dalam pelariannya sehingga bisa dikirim ke tahanan.
”Waktu adalah teman kami,” kata seorang pejabat senior Pemerintah AS kepada CNN. ”Rusia sekarang hanya ingin dia pergi, dan saya tidak yakin, apakah mereka peduli pada saat ini jika dia pergi ke negara yang mungkin cenderung untuk mengirim dia kembali (ke AS),” lanjut pejabat yang dalam keterangannya kepada CNN menolak ditulis namanya.
Departemen Luar Negeri AS sudah mencabut paspor Snowden, setelah dia menerima berbagai tuduhan tindak kriminal, pekan lalu. Para pejabat di Hong Kong, mengatakan, butuh informasi lebih lanjut sebelum bertindak sesuai permintaan AS untuk menahan Snowden di sana.
Pejabat di Bandara Sheremetyevo, dikutip Reuters, mengatakan, Snowden tidak memesan penerbangan keluar, meskipun ada tekanan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar Snowden segera meninggalkan Moskow.
Snowden, yang menghadapi tuduhan spionase di AS telah meminta suaka politik kepada Pemerintah Ekuador, tidak pernah terlihat sejak kedatangannya di Moskow.
Sebuah sumber di maskapai Aeroflot, mengatakan, bahwa dia terbang dari Hong Kong bersama Sarah Harrison, seorang peneliti untuk WikiLeaks. ”Dan telah memesan kursi untuk penerbangan ke Havana, Kamis,” tulis Reuters mengutip pernyataan sumber tersebut.
Sebelumnya, pejabat senior di Pemerintahan AS, mengatakan penangkapan Snowden hanya menunggu waktu saja. Pemerintah AS juga berharap Rusia akan membuat mantan karyawan CIA buronon AS itu, lelah dalam pelariannya sehingga bisa dikirim ke tahanan.
”Waktu adalah teman kami,” kata seorang pejabat senior Pemerintah AS kepada CNN. ”Rusia sekarang hanya ingin dia pergi, dan saya tidak yakin, apakah mereka peduli pada saat ini jika dia pergi ke negara yang mungkin cenderung untuk mengirim dia kembali (ke AS),” lanjut pejabat yang dalam keterangannya kepada CNN menolak ditulis namanya.
Departemen Luar Negeri AS sudah mencabut paspor Snowden, setelah dia menerima berbagai tuduhan tindak kriminal, pekan lalu. Para pejabat di Hong Kong, mengatakan, butuh informasi lebih lanjut sebelum bertindak sesuai permintaan AS untuk menahan Snowden di sana.
(esn)