Iran desak emir baru Qatar ubah kebijakan di Suriah
Rabu, 26 Juni 2013 - 16:53 WIB
Iran desak emir baru Qatar ubah kebijakan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, pada Rabu (26/6/2013), mendesak emir baru Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani untuk merevisi kebijakan negaranya dengan tidak mendukung kelompok pemberontak Suriah.
”Mudah-mudahan Sheikh Tamim akan merenungkan masalah Suriah tentang kebijakan masa lalu. (Diharapkan), ia akan membuat suatu perubahan serius sehingga kita akan dapat bergandengan tangan dan mengatasi krisis Suriah,” kata Salehi dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi di Teheran.
Selama ini Qatar bersama Negara Arab lainnya kompak mendukung kelompok pemberontak Suriah. Kelompok yang ingin menggulingkan rezim Prsiden Bashar al-Assad itu, juga didukung Amerika dan Inggris yang siap memasok senjata.
Sedangkan Iran dengan Rusia cenderung mendukungPemerintah Suriah pimpinan Rezim Assad. Mereka sepakat, bahwa masalah di Suriah harus bebas dari intervensi asing, dan membiarkan rakyat Suriah menentukan masa depan mereka sendiri.
Sementara, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem, pada Senin (24/6/2013), menegaskan bahwa pemerintahannya serius akan berpartisipasi dalam konferensi Jenewa. Namun, pemerintah tidak akan menyerahkan kekuasaan kepada oposisi dalam konferensi itu.
”Kami akan berangkat ke konferensi Jenewa, untuk menghentikan kekerasan dan terorisme yang kita anggap sebagai permintaan populer,” kata al-Moallem. Menurutnya, meskipun dalam konferensi itu nanti pemerintah ditekan, keputusan tidak akan berubah. ”Kita tidak akan menyerahkan kewenangan ke bagian lain,” lanjut dia.
”Mudah-mudahan Sheikh Tamim akan merenungkan masalah Suriah tentang kebijakan masa lalu. (Diharapkan), ia akan membuat suatu perubahan serius sehingga kita akan dapat bergandengan tangan dan mengatasi krisis Suriah,” kata Salehi dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi di Teheran.
Selama ini Qatar bersama Negara Arab lainnya kompak mendukung kelompok pemberontak Suriah. Kelompok yang ingin menggulingkan rezim Prsiden Bashar al-Assad itu, juga didukung Amerika dan Inggris yang siap memasok senjata.
Sedangkan Iran dengan Rusia cenderung mendukungPemerintah Suriah pimpinan Rezim Assad. Mereka sepakat, bahwa masalah di Suriah harus bebas dari intervensi asing, dan membiarkan rakyat Suriah menentukan masa depan mereka sendiri.
Sementara, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem, pada Senin (24/6/2013), menegaskan bahwa pemerintahannya serius akan berpartisipasi dalam konferensi Jenewa. Namun, pemerintah tidak akan menyerahkan kekuasaan kepada oposisi dalam konferensi itu.
”Kami akan berangkat ke konferensi Jenewa, untuk menghentikan kekerasan dan terorisme yang kita anggap sebagai permintaan populer,” kata al-Moallem. Menurutnya, meskipun dalam konferensi itu nanti pemerintah ditekan, keputusan tidak akan berubah. ”Kita tidak akan menyerahkan kewenangan ke bagian lain,” lanjut dia.
(esn)