Larang perempuan jadi calon presiden, Iran tuai kritik

Kamis, 30 Mei 2013 - 12:54 WIB
Larang perempuan jadi...
Larang perempuan jadi calon presiden, Iran tuai kritik
A A A
Sindonews.com - Sejumlah pakar di PBB mengkritik keputusan Pemerintah Iran yang melarang kaum perempuan menjadi calon presiden dalam pemilu. Menurut sejumlah pakar di PBB, larangan itu melanggar aturan hukum internasional yang berlaku.

"Di antara ratusan orang yang didiskualifikasi untuk menjadi calon presiden, terdapat perempuan. Langkah ini merupakan diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak mendasar setiap warga untuk berpartisipasi secara politik," ungkap Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB atas situasi Hak Asasi Manusia di Iran.

"Setiap pembatasan hak untuk mencalonkan diri harus berdasarkan pasa kriteria yang objektif dan wajar, tanpa membedakan hal apa pun, termasuk ras, jenis kelamin, agama, dan pandangan politik," terang Shaheed.

Kritik atas keputusan pemerintah Iran juga datang dari Kamala Chandrakirana, kelompok kerja PBB yang menentang diskriminasi atas kaum perempuan. Menurut kelompok ini, keputusan itu melanggar Konvenan Internasional tentang Hak Siipil dan Politik individu.

Dalam sebuah pernyataan bersama, kelompok ini lantas memperingatakan, bahawa langkah ini akan memperdebatkan keterwakilan mereka yang sudah di publik, politik, dan kehidupan profesional.

Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan, Dewan Garda Konstitusi Iran, badan legislatif tertinggi negara itu mengumumkan, bahwa mereka telah menyetujui kualifikasi delapan calon yang akan bertarung dalam pemilihan presiden (pilpres) Iran. Delapan kandidat tersebut terpilih berdasarkan pengabdian mereka terhadap negara.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Iran, sebanyak 686 kandidat telah mencalonkan diri dalam pemilu presiden 14 Juni mendatang.

Delapan calon presiden yang lolos kualifikasi itu adalah Saeed Jalili (mantan negosiator nuklir Iran), Mohammad-Baqer Qalibaf (Walikota Tehran), Ali-Akbar Velayati (mantan Menteri Luar Negeri Iran), Gholam-Ali Haddad-Adel (Anggota Parlemen Iran), Mohsen Rezaei (Komandan Senior Militer Iran), Hassan Rouhani (mantan negosiator nuklir Iran), Mohammad Gharazi (mantan Menteri Minyak dan Telekomunikasi), serta Mohammad Reza-Aref (mantan wakil presiden).
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
36 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved