Sekjen PBB prihatin Hizbullah terlibat dalam perang Suriah
Senin, 27 Mei 2013 - 18:27 WIB
Sekjen PBB prihatin Hizbullah terlibat dalam perang Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon mengatakan, dirinya sangat prihatin atas peningkatan peran Hizbullah dalam perang sipil yang terjadi di Suriah. Ki-moon lantas menyerukan upaya lebih besar untuk mencegah konflik tersebut meluas ke negara tetangga Suriah, Minggu (26/5/2013).
"Ki-moon sangat prihatin atas peningkatan partisipasi Hizbullah dalam pertempuran di Suriah. Setelah melihat ketegangan yang meningkat dalam sepekan terakhir, dia sangat khawatir konflik akan meluas ke wilayah Libanon," ungkap Martin Nesirky, Juru Bicara Sekjen PBB, mengutip perkataan Ki-moon
"Ki-moon juga sangat prihatin dengan peningkatan konflik di Suriah, khususnya di Kota Qusayr. Dia meminta semua negara dan kelompok untuk berhenti mendukung aksi kekerasan yang terjadi di Suriah," lanjut Nesirky. Pernyataan ini dikeluarkan dua jam setelah dua roket menghantam Beirut, wilayah Libanon selatan, akhir pekan kemarin.
Ki-moon menambahkan, semua pihak yang berada di kawasan harus bertindak dengan tanggung jawab dan menurunkan retorika, serta meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan. Sejauh ini, Ki-moon telah menentang tindakan semua pihak di luar Suriah yang mempersenjatai dua pihak yang berperang.
"Saat konferensi internasional untuk Suriah sedang dipersiapkan, Ki-moon meminta semua negara, organisasi, dan kelompok untuk berhenti mendukung kekerasan yang terjadi di Suria, serta menggunakan pengaruh mereka untuk mempromosikan solusi politik atas masalah di Suriah," lanjutnya.
Dukungan militer yang diberikan oleh Hizbullah terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah membantu mereka memenangkan pertempuran dan akhirnya kembali mengendalikan wilayah yang berada dekat perbatasan Libanon itu.
"Ki-moon sangat prihatin atas peningkatan partisipasi Hizbullah dalam pertempuran di Suriah. Setelah melihat ketegangan yang meningkat dalam sepekan terakhir, dia sangat khawatir konflik akan meluas ke wilayah Libanon," ungkap Martin Nesirky, Juru Bicara Sekjen PBB, mengutip perkataan Ki-moon
"Ki-moon juga sangat prihatin dengan peningkatan konflik di Suriah, khususnya di Kota Qusayr. Dia meminta semua negara dan kelompok untuk berhenti mendukung aksi kekerasan yang terjadi di Suriah," lanjut Nesirky. Pernyataan ini dikeluarkan dua jam setelah dua roket menghantam Beirut, wilayah Libanon selatan, akhir pekan kemarin.
Ki-moon menambahkan, semua pihak yang berada di kawasan harus bertindak dengan tanggung jawab dan menurunkan retorika, serta meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan. Sejauh ini, Ki-moon telah menentang tindakan semua pihak di luar Suriah yang mempersenjatai dua pihak yang berperang.
"Saat konferensi internasional untuk Suriah sedang dipersiapkan, Ki-moon meminta semua negara, organisasi, dan kelompok untuk berhenti mendukung kekerasan yang terjadi di Suria, serta menggunakan pengaruh mereka untuk mempromosikan solusi politik atas masalah di Suriah," lanjutnya.
Dukungan militer yang diberikan oleh Hizbullah terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah membantu mereka memenangkan pertempuran dan akhirnya kembali mengendalikan wilayah yang berada dekat perbatasan Libanon itu.
(esn)