NATO serahkan keamanan Provinsi Wardak ke pasukan Afghanistan
Senin, 11 Maret 2013 - 23:57 WIB
NATO serahkan keamanan Provinsi Wardak ke pasukan Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan NATO (ISAF) akan menyerahkan tanggung jawab keamanan di Provinsi Wardak timur kepada pasukan pemerintah Afghanistan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara ISAF, Senin (11/3/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
"Ada wacana untuk mengembangkan rencana jangka panjang keamanan bersama dengan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) untuk transit Wardak dengan cara yang bertanggung jawab dan terencana," kata Juru Bicara ISAF, Brigadir Jenderal Gunter Katz.
Rencana ini dilontarkan, beberapa hari setelah pemimpin Afghanistan menyerukan agar Pasuka Khusus Amerika Serikat (AS) keluar dari provinsi tersebut. Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada 24 Februari silam memberi batas waktu dua pekan untuk semua Pasukan Khusus AS agar meninggalkan provinsi yang terletak 35 km sebelah barat dari Kota Kabul itu.
Keputusan itu diambil setelah tim investigasi menemukan fakta bahwa pasukan asing dan pasukan Afghanistan yang bekerja untuk ISAF terlibat dalam kegiatan yang melecehkan, mengganggu, menyiksa dan bahkan membunuh orang yang tidak bersalah di provnsi tersebut.
"Saat ini kami sedang bekerja. Tapi, kami juga menyadari bahwa kita bekerja secepat yang kami bisa," kata Katz, tanpa mengungkapkan tanggal yang tepat untuk transisi tersebut.
Saat ini, sekitar 100 ribu pasukan pimpinan NATO, dengan hampir 66 ribu di antara mereka adalah tentara AS, dikerahkan untuk menghentikan upaya Taliban kembali berkuasa di Afghanistan.
"Ada wacana untuk mengembangkan rencana jangka panjang keamanan bersama dengan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) untuk transit Wardak dengan cara yang bertanggung jawab dan terencana," kata Juru Bicara ISAF, Brigadir Jenderal Gunter Katz.
Rencana ini dilontarkan, beberapa hari setelah pemimpin Afghanistan menyerukan agar Pasuka Khusus Amerika Serikat (AS) keluar dari provinsi tersebut. Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada 24 Februari silam memberi batas waktu dua pekan untuk semua Pasukan Khusus AS agar meninggalkan provinsi yang terletak 35 km sebelah barat dari Kota Kabul itu.
Keputusan itu diambil setelah tim investigasi menemukan fakta bahwa pasukan asing dan pasukan Afghanistan yang bekerja untuk ISAF terlibat dalam kegiatan yang melecehkan, mengganggu, menyiksa dan bahkan membunuh orang yang tidak bersalah di provnsi tersebut.
"Saat ini kami sedang bekerja. Tapi, kami juga menyadari bahwa kita bekerja secepat yang kami bisa," kata Katz, tanpa mengungkapkan tanggal yang tepat untuk transisi tersebut.
Saat ini, sekitar 100 ribu pasukan pimpinan NATO, dengan hampir 66 ribu di antara mereka adalah tentara AS, dikerahkan untuk menghentikan upaya Taliban kembali berkuasa di Afghanistan.
(esn)