Korban tewas dalam konflik Sabah mencapai 60 jiwa
Jum'at, 08 Maret 2013 - 08:00 WIB
Korban tewas dalam konflik Sabah mencapai 60 jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia menyatakan, jumlah korban tewas dalam bentrokan antara aparat Malaysia dengan loyalis Kesultanan Sulu di Sabah, Malaysia telah menyentuh angka 60 jiwa, hingga Kamis (7/3/2013) malam.
“Sejak Rabu 6 Februari, sudah 32 pengikut kesultana Sulu tewas. Jumlah ini membuat total korban tewas menjadi 60 orang. Di antara korban tewas itu, 52 di antaranya adalah loyalis Sulu. Sementara delapan polisi Malaysia tewas dalam pertempuran akhir pekan lalu,” ujar Kepala Polisi Malaysia, Ismail Omar, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Tentara dan polisi Malaysia terus memburu para militan Sulu yang bersembunyi di wilayah terpencil pulau Kalimantan itu. Kaum loyalis Sulu yang diperkirakan berjumlah 200 orang ini masuk ke Sabah pada bulan lalu untuk menegaskan klaim teritorial mereka atas wilayah tersebut.
Kemarin, pihak Kesultanan Sulu telah menawarkan gencatan senjata sepihak untuk menekan jumlah korban jiwa. Namun, Pemerintah Malaysia menolak tawaran itu. Menurut Perdana Menteri Malaysia, gencatan senjata akan dilakukan jika kaum militan meletakan senjata mereka.
“Militan Sulu harus meletakkan senjata dan menyerah tanpa syarat dan operasi terhadap mereka akan berjalan selama dibutuhkan," kata Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak dalam sebuah konferensi pers, Kamis (7/3/2013), seperti dikutip dari The Star.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi telah menegaskan, bahwa gencatan senjata hanya akan diterima jika semua militan Sulu menyerah tanpa syarat. "Jangan percaya tawaran gencatan senjata oleh Jamalul Kiram. Demi kepentingan rakyat Sabah dan Malaysia, semua militan harus dihancurkan,” tegas Hamidi.
“Sejak Rabu 6 Februari, sudah 32 pengikut kesultana Sulu tewas. Jumlah ini membuat total korban tewas menjadi 60 orang. Di antara korban tewas itu, 52 di antaranya adalah loyalis Sulu. Sementara delapan polisi Malaysia tewas dalam pertempuran akhir pekan lalu,” ujar Kepala Polisi Malaysia, Ismail Omar, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Tentara dan polisi Malaysia terus memburu para militan Sulu yang bersembunyi di wilayah terpencil pulau Kalimantan itu. Kaum loyalis Sulu yang diperkirakan berjumlah 200 orang ini masuk ke Sabah pada bulan lalu untuk menegaskan klaim teritorial mereka atas wilayah tersebut.
Kemarin, pihak Kesultanan Sulu telah menawarkan gencatan senjata sepihak untuk menekan jumlah korban jiwa. Namun, Pemerintah Malaysia menolak tawaran itu. Menurut Perdana Menteri Malaysia, gencatan senjata akan dilakukan jika kaum militan meletakan senjata mereka.
“Militan Sulu harus meletakkan senjata dan menyerah tanpa syarat dan operasi terhadap mereka akan berjalan selama dibutuhkan," kata Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak dalam sebuah konferensi pers, Kamis (7/3/2013), seperti dikutip dari The Star.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi telah menegaskan, bahwa gencatan senjata hanya akan diterima jika semua militan Sulu menyerah tanpa syarat. "Jangan percaya tawaran gencatan senjata oleh Jamalul Kiram. Demi kepentingan rakyat Sabah dan Malaysia, semua militan harus dihancurkan,” tegas Hamidi.
(esn)