Dua bom hantam kota Herat
Kamis, 07 Maret 2013 - 16:43 WIB
Dua bom hantam kota Herat
A
A
A
Sindonews.com - Dua orang terluka ketika dua ledakan bom mengguncang kota Herat, Ibu Kota Provinsi Herat, Afghanistan, Kamis (7/3/2013). Peristiwa yang terjadi 640 km sebelah barat Ibu Kota Afghanistan, Kabul, ini kian memperbesar kekhawatiran soal keamanan negera itu pasca hengkangnya pasukan internasional pada 2014 mendatang.
“Ledakan pertama terjadi di samping kantor Gubernur provinsi dan dekat dengan stadion olahraga pada pukul 11 siang. Sementara ledakan kedua terjadi beberapa menit kemudian, di jalan menuju bandara Herat,” jelas Wakil Kepala Kepolisian Herat, Abdul Hamid Hamidi.
Menurut Hamidi, ledakan pertama yang terjadi di dekat sebuah stadion olahraga menyebabkan dua orang cedera. Semula, lokasi ini akan dijadikan tempat pertemuan publik. Sementara ledakan kedua menargetkan mobil van polisi di jalan. Tidak ada korban akibat ledakan kedua ini.
"Dalam kedua insiden ini, teroris menanam alat peledak pada dua sepeda motor dan diledakkan dengan pengendali jarak jauh. Ledakan pertama melukai dua warga sipil,” ujar Hamidi.
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden ini, namun Taliban diyakini sebagai dalang aksi pemboman ini. Selama ini, modus menggunakan bom sebagai alat penyebar teror acap kali dilakukan oleh Taliban.
“Ledakan pertama terjadi di samping kantor Gubernur provinsi dan dekat dengan stadion olahraga pada pukul 11 siang. Sementara ledakan kedua terjadi beberapa menit kemudian, di jalan menuju bandara Herat,” jelas Wakil Kepala Kepolisian Herat, Abdul Hamid Hamidi.
Menurut Hamidi, ledakan pertama yang terjadi di dekat sebuah stadion olahraga menyebabkan dua orang cedera. Semula, lokasi ini akan dijadikan tempat pertemuan publik. Sementara ledakan kedua menargetkan mobil van polisi di jalan. Tidak ada korban akibat ledakan kedua ini.
"Dalam kedua insiden ini, teroris menanam alat peledak pada dua sepeda motor dan diledakkan dengan pengendali jarak jauh. Ledakan pertama melukai dua warga sipil,” ujar Hamidi.
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden ini, namun Taliban diyakini sebagai dalang aksi pemboman ini. Selama ini, modus menggunakan bom sebagai alat penyebar teror acap kali dilakukan oleh Taliban.
(esn)