Menlu AS tiba di Mesir untuk pecahkan kebuntuan politik
Sabtu, 02 Maret 2013 - 23:57 WIB
Menlu AS tiba di Mesir untuk pecahkan kebuntuan politik
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry tiba di Kairo, Mesir, Sabtu (2/3/2013), untuk mendorong terciptanya jalan keluar dari kebuntuan politik Mesir dan krisis yang melumpuhkan ekonomi negara itu.
Sesaat setelah Kerry menginjakkan kaki di Kairo, ratusan pengunjuk rasa membakar sebuah kantor polisi di kota Port Said. Menurut Kementerian Dalam Negeri Mesir, sekitar 500 pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom Molotov ke kantor polisi.
“Mereka juga memblokir jalan, sehingga pemadam kebakaran kesulitan mencapai lokasi kebakaran,” sebut pernyataan Kementerian Dalam Negeri.
Di Kairo, Kerry akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mohamed Morsi, partai politik, pemimpin bisnis, dan kelompok masyarakat sipil. Kunjungan ke Mesir selama dua hari ini adalah bagian dari tur dunia Kerry.
Selama kunjungan, Kerry akan menekankan "pentingnya membangun konsensus," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS.
“Kerry tidak akan memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Tetapi, ia akan menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk didengar adalah dengan berpartisipasi dalam pemilu," kata pejabat itu kepada wartawan.
Saat ini, Mesir memang tengah terpecah-pecah. Presiden Morsi telah mengeluarkan jadwal untuk melaksanakan pemilu dan juga jadwal untuk dialog nasional. Namun, banyak elemen di kubu oposisi yang tak mau mengikuti jadwal itu.
Sesaat setelah Kerry menginjakkan kaki di Kairo, ratusan pengunjuk rasa membakar sebuah kantor polisi di kota Port Said. Menurut Kementerian Dalam Negeri Mesir, sekitar 500 pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom Molotov ke kantor polisi.
“Mereka juga memblokir jalan, sehingga pemadam kebakaran kesulitan mencapai lokasi kebakaran,” sebut pernyataan Kementerian Dalam Negeri.
Di Kairo, Kerry akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mohamed Morsi, partai politik, pemimpin bisnis, dan kelompok masyarakat sipil. Kunjungan ke Mesir selama dua hari ini adalah bagian dari tur dunia Kerry.
Selama kunjungan, Kerry akan menekankan "pentingnya membangun konsensus," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS.
“Kerry tidak akan memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Tetapi, ia akan menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk didengar adalah dengan berpartisipasi dalam pemilu," kata pejabat itu kepada wartawan.
Saat ini, Mesir memang tengah terpecah-pecah. Presiden Morsi telah mengeluarkan jadwal untuk melaksanakan pemilu dan juga jadwal untuk dialog nasional. Namun, banyak elemen di kubu oposisi yang tak mau mengikuti jadwal itu.
(esn)