AS bom Guam dengan tikus mati beracun

Sabtu, 23 Februari 2013 - 18:42 WIB
AS bom Guam dengan tikus...
AS bom Guam dengan tikus mati beracun
A A A
Sindonews.com - Ilmuwan Amerika Serikat (AS) di Hawai, Guam dan Kepulauan Pasifik memutuskan untuk mengebom pangkalan udara Andersen, wilayah Guam, dengan tikus mati yang telah disuntik obat penghilang rasa sakit. Upaya tersebut dilakukan untuk membunuh ular pohon coklat, yang telah mengambil alih pulau tersebut.

Para ilmuwan memperkirakan kemungkinan ada 2 juta reptil di Guam. Mereka telah membunuh satwa liar, masuk ke rumah penduduk dan menggit warga, bahkan memutuskan aliran listrik dengan menggigit kabel kabel tiang listrik. Lonjakan populasi reptil ini telah membuat spesies asli di pulau ini punah.

"Kami telah mengambil sebuah tahap baru. Tidak ada tempat lain dimuka bumi ini yang menghadapi masalah seperti ini," ungkap Daniel Vice asisten direktur Departemen Pertanian AS seperti dilansir Skynews.

"Tindakan ini dilakukan bukan untuk membasmi populasi mereka, tapi mengendalikan dan menahan laju pertumbuhan mereka," pungkas Vice.

Para ilmuwan mengatakan, sejak satu dekade lalu mereka telah bekerjasama dengan Departemen Pertahanan dan Departemen Dalam Negeri AS untuk mengatasi masalah tersebut. Dan, baru pertengahan tahun lalu, menemukan cara yang tepat untuk membunuh ular coklat tersebut. Sebab, saat dijatuhkan dari atas pesawat tikus beracun tersebut tidak boleh jatuh dan dimakan oleh serangga atau makhluk hidup lain. Akhirnya, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah perangkat flotasi yang membuat tikus umpan tersebut tersangkut di dedaunan, habitat para ular coklat hidup.

Reptil yang mampu tumbuh hingga lebih dari 3 meter ini telah menimbulkan penderitaan sejak 60 tahun yang lalu, saat militer AS sengaja membawa ular ini ke atas kapal setelah perang dunia ke II. Racun yang dimiliki ular coklat tidak berhaya bagi manusia namun berbahaya bagi para mangsa
(esn)
Berita Terkait
Jurus Jitu New Normal...
Jurus Jitu New Normal UMKM Indonesia untuk Bertahan Hidup
Menambang Emas, Nikel...
Menambang Emas, Nikel dan Bauksit Bikin Antam Habiskan Duit Rp3,69 M di Februari 2021
Transformasi yang Tak...
Transformasi yang Tak Bisa Dilawan, Antam Masuk E-Commerce
Kinerja Positif Antam...
Kinerja Positif Antam Bisa Menjadi Pendongkrak Saham
Terdampak Covid-19,...
Terdampak Covid-19, Industri Aneka Lakukan Penyesuaian Usaha
Pabrik Feronikel Antam...
Pabrik Feronikel Antam Target Beroperasi Tahun Depan
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
14 menit yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
1 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
2 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
3 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved