Malvinas akan tentukan pilihan, ikut Inggris atau Argentina
Minggu, 20 Januari 2013 - 10:00 WIB
Malvinas akan tentukan pilihan, ikut Inggris atau Argentina
A
A
A
Sindonews.com - Pihak berwenang di Kepulauan Malvinas yang disengketakan oleh Argentina dan Inggris mengumumkan, bahwa mereka akan mengadakan referendum mengenai masalah ini pada 11 dan 12 Maret.
Dewan Eksekutif setempat mengatakan, penduduk pulau-pulau yang dikenal di Inggris sebagai Falklands, akan dapat menentukan masalah kedaulatan dengan menjawab "Ya" atau "Tidak". Jawaban ini akan diberikan untuk pertanyaan, "Apakah Anda ingin Kepulauan Malvinas untuk mempertahankan status politik sebagai Wilayah Luar Negeri Inggris? "
“Referendum akan memakan waktu dua hari. Ini akan memberi kesempatan maksimal bagi semua orang untuk menggunakan hak pilihnya," kata pejabat pulau dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (19/1/2013).
“Hasil jajak pendapat akan menunjukkan dengan cara yang jelas, demokratis, dan tidak dapat dipertentangkan soal bagaimana orang-orang dari Kepulauan Falkland ingin menjalani kehidupan mereka," kata pejabat.
Sengketa hak teritorial atas pulau-pulau yang terletak di lepas pantai selatan Argentina, memicu Perang 74 hari pada 1982. Perang ini berakhir dengan menyerahnya Argentina, setelah kehilangan 649 tentara dan tewasnya 255 tentara Inggris.
Menurut Konstitusi pulau-pulau, warga memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri, dan dapat menggunakan hak itu setiap saat. Pada 3 Januari silam, Presiden Argentina Cristina Fernandez menandai ulang tahun 180 pendudukan Inggris di Malvinas dengan mengirim surat kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron.
Fernandez menyerukan Inggris untuk mematuhi resolusi PBB dan mendesak diakhirinya sisa-sisa kolonialisme dan menyerukan negosiasi mengenai sengketa wilayah.
Dewan Eksekutif setempat mengatakan, penduduk pulau-pulau yang dikenal di Inggris sebagai Falklands, akan dapat menentukan masalah kedaulatan dengan menjawab "Ya" atau "Tidak". Jawaban ini akan diberikan untuk pertanyaan, "Apakah Anda ingin Kepulauan Malvinas untuk mempertahankan status politik sebagai Wilayah Luar Negeri Inggris? "
“Referendum akan memakan waktu dua hari. Ini akan memberi kesempatan maksimal bagi semua orang untuk menggunakan hak pilihnya," kata pejabat pulau dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (19/1/2013).
“Hasil jajak pendapat akan menunjukkan dengan cara yang jelas, demokratis, dan tidak dapat dipertentangkan soal bagaimana orang-orang dari Kepulauan Falkland ingin menjalani kehidupan mereka," kata pejabat.
Sengketa hak teritorial atas pulau-pulau yang terletak di lepas pantai selatan Argentina, memicu Perang 74 hari pada 1982. Perang ini berakhir dengan menyerahnya Argentina, setelah kehilangan 649 tentara dan tewasnya 255 tentara Inggris.
Menurut Konstitusi pulau-pulau, warga memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri, dan dapat menggunakan hak itu setiap saat. Pada 3 Januari silam, Presiden Argentina Cristina Fernandez menandai ulang tahun 180 pendudukan Inggris di Malvinas dengan mengirim surat kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron.
Fernandez menyerukan Inggris untuk mematuhi resolusi PBB dan mendesak diakhirinya sisa-sisa kolonialisme dan menyerukan negosiasi mengenai sengketa wilayah.
(esn)