Pria bertopeng tembaki pengunjuk rasa Mesir
Minggu, 13 Januari 2013 - 19:19 WIB
Pria bertopeng tembaki pengunjuk rasa Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Dua pria bertopeng menembaki para pengunjuk rasa yang berkemah di luar Istana Presiden Mesir, Minggu (13/1/2013). Selain mengumbar tembakan, dua pria ini juga melemparkan bom molotov yang membakar tenda-tenda kaum demonstran.
“Para pria bersenjata melemparkan bom bensin dan membakar tenda demonstran penentang Presiden Mohamed Morsi yang telah berkemah selama lebih dari sebulan di luar Istana Kepresidenan Mesir,” ujar seorang pejabat keamanan Mesir, seperti dikutip dari newser.
Polisi pun langsung turun tangan mengatasi serangan ini. Namun, saat polisi mulai bertindak, dua pria itu justru kian gencar melepaskan tembakan ke arah demonstran. Akibatnya, sejumlah orang terluka.
“Tujuh polisi, termasuk seorang perwira senior dan 16 warga sipil terluka dalam bentrokan ini,” ujar pernyataan Kementerian Kesehatan Mesir. Seorang pejabat keamanan mengatakan, dua orang bersenjata itu akhirnya bisa ditangkap aparat keamanan.
Meski Morsi telah mensahkan berlakunya konstitusi baru bagi Mesir, namun sejumlah pengunjuk rasa tetap melakukan aksinya. Mereka menuntut Morsi membatalkan konstitusi Islam yang didukung oleh kaum Muslim negeri itu.
Bulan lalu, konstitusi baru itu disetujui oleh 64 persen pemilih dalam referendum, tetapi hanya 33 persen dari pemilih yang ternyata memenuhi syarat untuk memilih. Pihak oposisi takut, konstitusi Islam akan mengindahkan hak kaum sipil, politik, hak asasi manusia dan hak-hak perempuan.
“Para pria bersenjata melemparkan bom bensin dan membakar tenda demonstran penentang Presiden Mohamed Morsi yang telah berkemah selama lebih dari sebulan di luar Istana Kepresidenan Mesir,” ujar seorang pejabat keamanan Mesir, seperti dikutip dari newser.
Polisi pun langsung turun tangan mengatasi serangan ini. Namun, saat polisi mulai bertindak, dua pria itu justru kian gencar melepaskan tembakan ke arah demonstran. Akibatnya, sejumlah orang terluka.
“Tujuh polisi, termasuk seorang perwira senior dan 16 warga sipil terluka dalam bentrokan ini,” ujar pernyataan Kementerian Kesehatan Mesir. Seorang pejabat keamanan mengatakan, dua orang bersenjata itu akhirnya bisa ditangkap aparat keamanan.
Meski Morsi telah mensahkan berlakunya konstitusi baru bagi Mesir, namun sejumlah pengunjuk rasa tetap melakukan aksinya. Mereka menuntut Morsi membatalkan konstitusi Islam yang didukung oleh kaum Muslim negeri itu.
Bulan lalu, konstitusi baru itu disetujui oleh 64 persen pemilih dalam referendum, tetapi hanya 33 persen dari pemilih yang ternyata memenuhi syarat untuk memilih. Pihak oposisi takut, konstitusi Islam akan mengindahkan hak kaum sipil, politik, hak asasi manusia dan hak-hak perempuan.
(esn)