Iran klaim bisa serang 2.000 markas musuh
Senin, 07 Januari 2013 - 23:43 WIB
Iran klaim bisa serang 2.000 markas musuh
A
A
A
Sindonews.com - Seorang penasihat senior Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Morteza Qorbani, memperingatkan negara-negara musuh tentang kekuatan militer Iran. Ia mengatakan, bahwa sekitar 2.000 markas musuh berada dalam jangkauan militer Iran.
"Iran kini telah mencapai titik kemajuan yang dapat menargetkan 2.000 markas musuh dalam jarak 2.000 km," kata Qorbani, seperti dikutip dari kantor berita Fars. Ia menekankan tekad Iran untuk menahan tekanan musuh dan mengandalkan kekuatan militer.
Dalam pernyataan serupa bulan lalu, seorang komandan senior Iran mengatakan, jarak antara Iran dan Israel adalah jangkauan maksimum rudal Iran. Teheran juga mengaku, Iran tak membutuhkan misil dengan jangkauan yang lebih panjang, dibanding jakar Iran ke Israel.
"Kita tidak perlu rudal dengan daya jelajah lebih dari 2.000 km, tapi kami memiliki teknologi untuk membangun rudal seperti itu," ujar Komandan AU Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
"Israel adalah target terjauh rudal kami,” tegasnya. Rezim Zionis Israel baru-baru ini mengintensifkan retorika perangnya terhadap Teheran. Israel memperingatkan, bahwa pihaknya berencana untuk memukul fasilitas nuklir Iran.
Amerika Serikat juga selalu menekankan, bahwa aksi militer adalah pilihan utama bagi Gedung Putih untuk mencegah kemajuan Iran di bidang teknologi nuklir.
"Iran kini telah mencapai titik kemajuan yang dapat menargetkan 2.000 markas musuh dalam jarak 2.000 km," kata Qorbani, seperti dikutip dari kantor berita Fars. Ia menekankan tekad Iran untuk menahan tekanan musuh dan mengandalkan kekuatan militer.
Dalam pernyataan serupa bulan lalu, seorang komandan senior Iran mengatakan, jarak antara Iran dan Israel adalah jangkauan maksimum rudal Iran. Teheran juga mengaku, Iran tak membutuhkan misil dengan jangkauan yang lebih panjang, dibanding jakar Iran ke Israel.
"Kita tidak perlu rudal dengan daya jelajah lebih dari 2.000 km, tapi kami memiliki teknologi untuk membangun rudal seperti itu," ujar Komandan AU Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
"Israel adalah target terjauh rudal kami,” tegasnya. Rezim Zionis Israel baru-baru ini mengintensifkan retorika perangnya terhadap Teheran. Israel memperingatkan, bahwa pihaknya berencana untuk memukul fasilitas nuklir Iran.
Amerika Serikat juga selalu menekankan, bahwa aksi militer adalah pilihan utama bagi Gedung Putih untuk mencegah kemajuan Iran di bidang teknologi nuklir.
(esn)