Angka kasus WNI di luar negeri turun

Jum'at, 04 Januari 2013 - 17:08 WIB
Angka kasus WNI di luar...
Angka kasus WNI di luar negeri turun
A A A
Sindonews.com — Selama 2012, angka pelaporan kasus yang dihadapi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri menunjukkan penurunan yang berarti.

Dalam catatan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dari 38.880 kasus yang dilaporkan pada 2011, turun hingga hampir 50% pada 2012 menjadi 19.218 kasus. Angka itu mewakili 0.43% dari jumlah total WNI yang tercatat di luar negeri.

Penurunan ini disebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa sebagai buah dari usaha pencegahan yang dilakukan Kemlu dan jajarannya untuk menjauhkan WNI dari hukuman di luar negeri.

Selain itu, sepanjang tahun lalu, Kemlu juga berhasil membebaskan 110 WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 33 orang di antaranya dibebaskan murni dan telah pulang ke Tanah Air.

"Aspek pencegahan merupakan elemen penting bagi kita semua untuk dapat mencegah sejak dini kemungkinan WNI kita diancam hukuman mati," papar Marty saat menyampaikan Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri di Jakarta, kemarin.

Marty menegaskan, untuk 2013 ini, peningkatan perlindungan WNI/Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dengan memprioritaskan tiga aspek, yaitu pencegahan, deteksi dini dan perlindungan, akan menjadi prioritas diplomasi dan politik luar negeri.

"Tentunya setiap masalah yang dihadapi WNI di Indonesia diperlakukan sebagai prioritas," papar Marty. "Tanpa terkecuali, apapun sifat dan permasalahannya. Dari kasus hukum yang menyangkut tenaga kerja Indonesia di luar negeri hingga penyelamatan dan perlindungan WNI dari bencana alam dan stabilitas politik."

Sebagai langkah untuk mewujudkan komitmen itu, Kemlu telah membuat grand design perlindungan WNI di luar negeri. "Telah dibuat standar baku penanganan WNI/TKI di luar negeri sebagai rujukan Perwakilan RI di luar negeri dalam memberikan layanan dalam perlindungan," ujar Marty. "Seluruh staf, baik di pusat maupun di perwakilan telah menjadikan agenda perlindungan menjadi salah satu prioritas kerja utama."
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
50 menit yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
1 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
2 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
3 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
4 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved