Israel, target terjauh rudal Iran
Selasa, 11 Desember 2012 - 16:50 WIB
Israel, target terjauh rudal Iran
A
A
A
Sindonews.com – Iran mengaku tak memerlukan rudal yang memiliki daya jelajah jauh. Mereka hanya perlu rudal yang bisa mencapai target sasaran di Israel. Negara Yahudi ini adalah target terjauh rudal Iran.
"Kami tidak perlu rudal dengan daya jelajah lebih dari 2.000 km, meski kami memiliki teknologi untuk membangun rudal seperti itu. Israel adalah target terjauh kami,” kata Komandan Korps Pengawal Angkatan Udara Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, seperti dikutip dari kantor berita Fars, Selas (11/12/2012).
Pernyataan ini dilontarkan Hajizadeh untuk menanggapi sebuah laporan internal yang disampaikan pada Kongres Amerika Serikat (AS), bahwa Iran akan membangun rudal balistik antar benua pada 2015 mendatang.
Laporan ini menimbulkan keraguan pada pandangan lama yang dipegang oleh badan-badan intelijen AS, bahwa Iran dapat menguji terbang sebuah rudal balistik antar benua (ICBM) pada 2015 mendatang, jika negara itu menerima bantuan yang memadai dari pihak asing.
Sementara Iran sendiri selalu mengatakan, kalau perkembangan militer yang mereka lakukan semata untuk kepentingan pertahanan diri dan bukan untuk menyerang negara lain.
"Kami tidak perlu rudal dengan daya jelajah lebih dari 2.000 km, meski kami memiliki teknologi untuk membangun rudal seperti itu. Israel adalah target terjauh kami,” kata Komandan Korps Pengawal Angkatan Udara Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, seperti dikutip dari kantor berita Fars, Selas (11/12/2012).
Pernyataan ini dilontarkan Hajizadeh untuk menanggapi sebuah laporan internal yang disampaikan pada Kongres Amerika Serikat (AS), bahwa Iran akan membangun rudal balistik antar benua pada 2015 mendatang.
Laporan ini menimbulkan keraguan pada pandangan lama yang dipegang oleh badan-badan intelijen AS, bahwa Iran dapat menguji terbang sebuah rudal balistik antar benua (ICBM) pada 2015 mendatang, jika negara itu menerima bantuan yang memadai dari pihak asing.
Sementara Iran sendiri selalu mengatakan, kalau perkembangan militer yang mereka lakukan semata untuk kepentingan pertahanan diri dan bukan untuk menyerang negara lain.
(esn)