Israel gunakan burung pemakan bangkai sebagai mata-mata?
Senin, 10 Desember 2012 - 22:38 WIB
Israel gunakan burung pemakan bangkai sebagai mata-mata?
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Sudan mengaku menangkap seekor burung nasar, yang dikenal sebagai pemakan bangkai. Menurut kantor berita Fars, Senin (10/12/2012), mengutip laporan media Mesir, burung yang ditangkap di Kota Kereinek, Darfur, sebelah barat Sudan itu dilengkapi dengan peralatan mata-mata.
Temuan ini mendorong pemerintah Sudan untuk mengumumkan, bahwa Israel menggunakan burung nasar untuk memata-matai negara mereka. Peralatan yang dipasang pada burung nasar itu menggunakan tenaga surya dan memungkinkan informasi dikumpulkan untuk dikirim melalui satelit. Peralatan itu juga dipasangi GPS.
Laporan lebih lanjut menyatakan, bahwa pihak keamanan Sudan menemukan bukti, bahwa peralatan yang ditemukan pada burung itu berasal dari Universitas Ibrani Yerusalem dan memiliki logo universitas di atasnya.
Burung nasar itu memiliki label di kakinya yang memuat tulisan dalam bahasa Ibrani, "Israel Nature Layanan" serta "Universitas Ibrani, Jerusalem". Ini membuktikan, kalau peralatan yang disematkan pada burung pemakan bangkai itu dipasang di Israel.
Meski Pemerintah Sudan menyebut burung ini telah melakukan kegiatan mata-mata, namun seorang Ahli Ekologi dari Israel Nature and Parks Authority, Ohad Hazofe, menyatakan bahwa penyematan chip GPS pada burung nasar itu adalah untuk tujuan penelitian.
"Ini adalah burung pemakan bangkai muda. Ia diberi tanda, bersama dengan 100 burung lain pada Oktober lalu. Ia memiliki dua alat di sayap dan chip GPS buatan Jerman. Peralatan ini tak memiliki kemampuan fotografi dan hanya dapat memberikan laporan jarak serta membaca ketinggian," jelas Hazofe, seperti dikutip dari situs berita Israel, Ynet.
Temuan ini mendorong pemerintah Sudan untuk mengumumkan, bahwa Israel menggunakan burung nasar untuk memata-matai negara mereka. Peralatan yang dipasang pada burung nasar itu menggunakan tenaga surya dan memungkinkan informasi dikumpulkan untuk dikirim melalui satelit. Peralatan itu juga dipasangi GPS.
Laporan lebih lanjut menyatakan, bahwa pihak keamanan Sudan menemukan bukti, bahwa peralatan yang ditemukan pada burung itu berasal dari Universitas Ibrani Yerusalem dan memiliki logo universitas di atasnya.
Burung nasar itu memiliki label di kakinya yang memuat tulisan dalam bahasa Ibrani, "Israel Nature Layanan" serta "Universitas Ibrani, Jerusalem". Ini membuktikan, kalau peralatan yang disematkan pada burung pemakan bangkai itu dipasang di Israel.
Meski Pemerintah Sudan menyebut burung ini telah melakukan kegiatan mata-mata, namun seorang Ahli Ekologi dari Israel Nature and Parks Authority, Ohad Hazofe, menyatakan bahwa penyematan chip GPS pada burung nasar itu adalah untuk tujuan penelitian.
"Ini adalah burung pemakan bangkai muda. Ia diberi tanda, bersama dengan 100 burung lain pada Oktober lalu. Ia memiliki dua alat di sayap dan chip GPS buatan Jerman. Peralatan ini tak memiliki kemampuan fotografi dan hanya dapat memberikan laporan jarak serta membaca ketinggian," jelas Hazofe, seperti dikutip dari situs berita Israel, Ynet.
(esn)