Drone AS yang ditangkap Iran ungkapkan rahasia
Senin, 10 Desember 2012 - 21:56 WIB
Drone AS yang ditangkap Iran ungkapkan rahasia
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah pesawat siluman tak berawak (drone) Sentinel 170 RQ milik Amerika Serikat (AS) yang ditangkap Iran pada tahun lalu, telah mengungkapkan sebuah rahasia. Menurut Komandan Korps Pengawal Revolusi Angkatan Udara Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, data dari drone itu mengungkapkan kalau AS tak memiliki data apa pun tentang program nuklir Iran.
“Semua teknologi yang ada di drone itu telah sepenuhnya diterjemahkan dan dipindahkan. Jadi, kami tahu setiap langkah yang dilakukan drone itu selama misi yang dijalaninya,” jelas Hajizadeh, Senin (10/12/2012), seperti dikutip dari kantor berita Fars.
Menurutnya, drone itu memiliki sistem pengumpulan intelijen yang sangat canggih. Namun, drone itu tak berhasil mendapat data-data rahasia Iran. Drone itu sendiri berhasil dijatuhkan oleh Iran melalui sebuah serangan cyber pada Desember tahun lalu.
"Presiden AS (Barack Obama) telah mengatakan kepada para pejabat Israel, bahwa pesawat tak berawak itu bertugas memata-matai program nuklir Iran. Namun, para ahli kami menemukan fakta, bahwa drone itu tidak merekam apa pun, termasuk soal program nuklir Iran,” jelas Hajizadeh.
Hajizadeh menyatakan, AS hanya mencari-cari alasan untuk bisa melakukan tekanan pada Iran. "Fakta ini menunjukkan, bahwa AS memperlakukan isu nuklir (Iran) sebagai alasan untuk melakukan langkah bermusuhan, termasuk operasi mata-mata terhadap Iran,” lanjutnya.
Drone Sentinel 170 RQ ini adalah pesawat mata-mata yang digunakan CIA untuk mengumpulkan data intelijen di Iran. Ini adalah drone AS pertama yang berhasil dibekuk oleh Iran. Drone Sentinel 170 RQ yang dibuat oleh Lockheed Martin ini dibentuk dan dirancang untuk menghindari pertahanan musuh.
Pada awal pekan lalu, Iran juga berhasil menangkap drone milik AS. Kali ini, drone yang ditangkap adalah jenis ScanEagle. Militer Iran juga mengaku telah berhasil menguras data dari drone ini. AS sendiri semula mengelak kalau ada drone mereka yang telah ditangkap Iran, namun akhirnya mengakui hal itu.
“Semua teknologi yang ada di drone itu telah sepenuhnya diterjemahkan dan dipindahkan. Jadi, kami tahu setiap langkah yang dilakukan drone itu selama misi yang dijalaninya,” jelas Hajizadeh, Senin (10/12/2012), seperti dikutip dari kantor berita Fars.
Menurutnya, drone itu memiliki sistem pengumpulan intelijen yang sangat canggih. Namun, drone itu tak berhasil mendapat data-data rahasia Iran. Drone itu sendiri berhasil dijatuhkan oleh Iran melalui sebuah serangan cyber pada Desember tahun lalu.
"Presiden AS (Barack Obama) telah mengatakan kepada para pejabat Israel, bahwa pesawat tak berawak itu bertugas memata-matai program nuklir Iran. Namun, para ahli kami menemukan fakta, bahwa drone itu tidak merekam apa pun, termasuk soal program nuklir Iran,” jelas Hajizadeh.
Hajizadeh menyatakan, AS hanya mencari-cari alasan untuk bisa melakukan tekanan pada Iran. "Fakta ini menunjukkan, bahwa AS memperlakukan isu nuklir (Iran) sebagai alasan untuk melakukan langkah bermusuhan, termasuk operasi mata-mata terhadap Iran,” lanjutnya.
Drone Sentinel 170 RQ ini adalah pesawat mata-mata yang digunakan CIA untuk mengumpulkan data intelijen di Iran. Ini adalah drone AS pertama yang berhasil dibekuk oleh Iran. Drone Sentinel 170 RQ yang dibuat oleh Lockheed Martin ini dibentuk dan dirancang untuk menghindari pertahanan musuh.
Pada awal pekan lalu, Iran juga berhasil menangkap drone milik AS. Kali ini, drone yang ditangkap adalah jenis ScanEagle. Militer Iran juga mengaku telah berhasil menguras data dari drone ini. AS sendiri semula mengelak kalau ada drone mereka yang telah ditangkap Iran, namun akhirnya mengakui hal itu.
(esn)