Morsi beri tambahan kekuasaan pada Polisi & Militer
Senin, 10 Desember 2012 - 18:25 WIB
Morsi beri tambahan kekuasaan pada Polisi & Militer
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir, Mohamed Morsi, Senin (10/12/2012), telah memerintahkan tentara dan polisi Mesir untuk bekerjasama. Morsi juga memberikan kekuasaan pada polisi dan tentara untuk melakukan penangkapan pada warga sipil, sampai hasil referendum yang akan diselenggarakan akhir pekan ini, diumumkan.
Keputusan ini dikeluarkan Pemerintah Mesir, di bawah undang-undang 107, yang dikeluarkan menjelang protes besar massa pada Selasa 12 Desember. Protes ini diprediksi akan jadi ajang bentrok antara pendukung dan penentang Morsi soal referendum.
"Angkatan bersenjata harus mendukung kepolisian dan bekerjasama untuk menjaga keamanan dan melindungi lembaga-lembaga penting negara. Hal ini dilakukan untuk sementara waktu, sampai dengan keluarnya pengumuman hasil dari referendum konstitusi," kata pernyataan Pemerintah Mesir, seperti dikutip dari AsiaOne.
"Angkatan bersenjata petugas berpartisipasi dalam misi untuk melestarikan keamanan dan melindungi lembaga-lembaga negara penting, semua memiliki kekuatan hukum untuk melakukan penangkapan," lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, militer Mesir yang mengaku akan tetap bersikap netral itu telah mengeluarkan himbauan pada semua pemegang keputusan politik di Mesir, untuk melakukan dialog. Militer Mesir juga menyatakan tak akan membiarkan situasi jadi kian memburuk.
Sejak pertengahan pekan lalu, pasukan tentara dan sejumlah tank memang telah disiagakan di sekitar Istana Kepresidenan Mesir. Namun, mereka tak bersikap keras terhadap ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di sana setiap malam.
Keputusan ini dikeluarkan Pemerintah Mesir, di bawah undang-undang 107, yang dikeluarkan menjelang protes besar massa pada Selasa 12 Desember. Protes ini diprediksi akan jadi ajang bentrok antara pendukung dan penentang Morsi soal referendum.
"Angkatan bersenjata harus mendukung kepolisian dan bekerjasama untuk menjaga keamanan dan melindungi lembaga-lembaga penting negara. Hal ini dilakukan untuk sementara waktu, sampai dengan keluarnya pengumuman hasil dari referendum konstitusi," kata pernyataan Pemerintah Mesir, seperti dikutip dari AsiaOne.
"Angkatan bersenjata petugas berpartisipasi dalam misi untuk melestarikan keamanan dan melindungi lembaga-lembaga negara penting, semua memiliki kekuatan hukum untuk melakukan penangkapan," lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, militer Mesir yang mengaku akan tetap bersikap netral itu telah mengeluarkan himbauan pada semua pemegang keputusan politik di Mesir, untuk melakukan dialog. Militer Mesir juga menyatakan tak akan membiarkan situasi jadi kian memburuk.
Sejak pertengahan pekan lalu, pasukan tentara dan sejumlah tank memang telah disiagakan di sekitar Istana Kepresidenan Mesir. Namun, mereka tak bersikap keras terhadap ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di sana setiap malam.
(esn)