PM Najib serukan persatuan UMNO
Sabtu, 01 Desember 2012 - 11:35 WIB
PM Najib serukan persatuan UMNO
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meminta segenap anggota partai berkuasa Organisasi Nasional Melayu Bersatu agar bersatu untuk mempertahankan Putrajaya.
Dia juga menegaskan bahwa rakyat Malaysia layak mendapatkan pemerintahan terbaik yang hanya mampu ditawarkan UMNO dan koalisi Barisan Nasional (BN). Menurut Najib, pemilu ke- 13 akan menjadi titik yang menentukan bagi masa depan negara, dan rakyat harus mampu menjustifikasi diri mereka atas manfaat memilih BN.
"Opsinya jelas. Apakah akan melihat anak-anak kita, entah apa ras dan agamanya, tertawa, tumbuh, dan menikmati hidup mereka bersama atau melihat mereka tumbuh sambil membakar kebencian,” ujar Najib dalam pidatonya di Majelis Umum ke-66 di Kuala Lumpur,Kamis (29/11), seperti dikutip Bernama.
"Pemilu ini akan menentukan masa depan negara yang akan kita tinggalkan bagi anak-anak kita. Ini tentang apakah kita akan memberikan mereka negara yang berkembang yang dibangun di atas nilai-nilai dan tujuan bersama, atau negara yang tidak berkembang yang terhambat oleh dinding prasangka yang tak terlihat.” Perdana menteri yang dilantik pada 2009 itu menegaskan UMNO tidak akan mundur dari pertarungan bagi rakyat dan negara.
Sementara mengakui tidak ada orang, pemimpin, organisasi atau partai politik yang luput dari kesalahan, UMNO ingin meminta maaf atas segala kelemahannya.
"Sebagai presiden UMNO, saya atas nama deputi presiden dan jajaran kepemimpinan partai dan demi nama Allah, bersumpah dan berjanji meneruskan menempatkan kepentingan rakyat sebagai yang utama, meningkatkan status Melayu, membela keyakinan muslim dan menegakkan Islam,”tegas Najib.
Dalam kesempatan yang sama, Najib juga mengingatkan anggota UMNO bahwa kemenangan UMNO pada pemilu mendatang akan bergantung pada berbagai faktor, terutama pemilih dan kandidat.
"Realitasnya sekarang adalah bahwa dukungan rakyat terhadap kepemimpinan nasional dan negara tidak harus diterjemahkan pada suara untuk kandidat partai. Pada masa-masa jaya yang lalu, mereka yang dicalonkan partai selalu menang, tapi sekarang tak lagi begitu,”papar dia.
Dia juga menegaskan bahwa rakyat Malaysia layak mendapatkan pemerintahan terbaik yang hanya mampu ditawarkan UMNO dan koalisi Barisan Nasional (BN). Menurut Najib, pemilu ke- 13 akan menjadi titik yang menentukan bagi masa depan negara, dan rakyat harus mampu menjustifikasi diri mereka atas manfaat memilih BN.
"Opsinya jelas. Apakah akan melihat anak-anak kita, entah apa ras dan agamanya, tertawa, tumbuh, dan menikmati hidup mereka bersama atau melihat mereka tumbuh sambil membakar kebencian,” ujar Najib dalam pidatonya di Majelis Umum ke-66 di Kuala Lumpur,Kamis (29/11), seperti dikutip Bernama.
"Pemilu ini akan menentukan masa depan negara yang akan kita tinggalkan bagi anak-anak kita. Ini tentang apakah kita akan memberikan mereka negara yang berkembang yang dibangun di atas nilai-nilai dan tujuan bersama, atau negara yang tidak berkembang yang terhambat oleh dinding prasangka yang tak terlihat.” Perdana menteri yang dilantik pada 2009 itu menegaskan UMNO tidak akan mundur dari pertarungan bagi rakyat dan negara.
Sementara mengakui tidak ada orang, pemimpin, organisasi atau partai politik yang luput dari kesalahan, UMNO ingin meminta maaf atas segala kelemahannya.
"Sebagai presiden UMNO, saya atas nama deputi presiden dan jajaran kepemimpinan partai dan demi nama Allah, bersumpah dan berjanji meneruskan menempatkan kepentingan rakyat sebagai yang utama, meningkatkan status Melayu, membela keyakinan muslim dan menegakkan Islam,”tegas Najib.
Dalam kesempatan yang sama, Najib juga mengingatkan anggota UMNO bahwa kemenangan UMNO pada pemilu mendatang akan bergantung pada berbagai faktor, terutama pemilih dan kandidat.
"Realitasnya sekarang adalah bahwa dukungan rakyat terhadap kepemimpinan nasional dan negara tidak harus diterjemahkan pada suara untuk kandidat partai. Pada masa-masa jaya yang lalu, mereka yang dicalonkan partai selalu menang, tapi sekarang tak lagi begitu,”papar dia.
(esn)