Rokok Non-gambar berlaku

Sabtu, 01 Desember 2012 - 10:33 WIB
Rokok Non-gambar berlaku
Rokok Non-gambar berlaku
A A A
Sindonews.com - Mulai hari ini warga Australia yang hendak membeli rokok akan mendapati benda yang mereka beli itu terbungkus dalam kemasan tanpa gambar. Kemasan rokok tanpa gambar ini adalah yang pertama di dunia setelah Pemerintah Negeri Kanguru mengeluarkan peraturan ketat bagi industri tembakau.

Berdasarkan undangundang (UU) baru yang efektif mulai hari ini, seluruh produk tembakau yang dijual harus dibungkus dalam kemasan dengan memuat peringatan kesehatan yang memunculkan gambar seperti kaki yang penyakitan atau kanker mulut.

Menteri Kesehatan Australia Tanya Plibersek memaparkan, bungkus rokok itu yang selamat dari tantangan konstitusi dari beberapa perusahaan tembakau besar membuat merokok jadi kurang menarik. ”Itu tujuan latihan ini,” papar Plibersek, seperti dikutip AFP.

Tantangan bagi kami sebagai pemerintah adalah untuk membuat merokok itu tidak semenarik mungkin. Kalau kita bisa mencegah anak muda merokok, maka itu adalah hadiah seumur hidup bagi mereka. Meskipun baru efektif hari ini, para perokok Australia sudah merasakan dampaknya. Banyak perokok yang mengaku, merokok kini bukan lagi kegiatan yang menyenangkan. Mereka merasa rokok kini terasa lebih buruk.

Para perokok membanjiri kelompok penasihat Quitline dan Facebook dengan komentar bahwa rokok mereka terasa menyedihkan, memuakkan dan rasanya berkurang setelah kemasannya hanya muncul dalam satu warna, yaitu hijau,dan memuat gambar peringatan kesehatan.

"Orang-orang itu menyalahkan pemerintah dengan mengatakan bahwa mereka telah mengubah bahan dan rasa rokok. Kalau komentar itu tidak mengungkapkan betapa pentingnya merek, saya tidak tahu apa yang penting,” ujar Fiona Sharkey dari Quitline.

Tapi, perusahaan tembakau membantah telah mengubah bahan pembuat rokok. Juru Bicara Imperial Tobacco Australia (ITA), yang memproduksi rokok merek Peter Stuyvesant, Davidoff, Horizon dan Camel, memaparkan, perusahaannya sama sekali tidak mengubah produknya.

”Konsumen produk ITA bisa diyakinkan bahwa kualitas tinggi produk kami tetap sama,” ujar dia. Sebelum efektif mulai hari ini, banyak perusahaan tembakau yang berusaha membatalkan UU itu dengan alasan bahwa UU baru itu melanggar hak kekayaan intelektual dengan melarang pemunculan merek dan merek dagang di bungkus rokok.

Tapi,Pengadilan Tinggi menolak gugatan itu. Menurut Plibersek, setelah Perang Dunia II,50% warga Australia merokok, tapi sekarang angka itu tinggal 15% dan pemerintah berusaha menurunkannya lagi hingga 10% pada 2018.

Rokok adalah salah satu penyebab utama kematian dan penyakit di Australia dengan sekitar 15.000 kematian tiap tahun.

Peraturan baru itu efektif ketika kajian yang dilakukan Cancer Council of Victoria menemukan bahwa satu dari empat perokok yakin bahwa efek tembakau terhadap kesehatan dibesar-besarkan.

Para periset itu melihat dampak peringatan kesehatan Australia terhadap bungkus rokok, yang selama bertahuntahun telah memuat gambar yang memperlihatkan masalah kesehatan akibat merokok.

Kajian mereka terhadap 4.500 perokok di negara bagian Victoria dari 2003—2011 menemukan bahwa seperempat responden masih yakin kalau bahaya akibat merokok dibesar- besarkan dan satu dari 10 orang tidak percaya atau tidak yakin kalau rokok menyebabkan penyakit.

Sementara, perusahaan rokok kini berusaha memfokuskan pada bagaimana menghadapi UU baru itu.

Sebelumnya perusahaan-perusahaan ini memaparkan, UU itu akan meningkatkan perdagangan rokok di pasar gelap yang menyebabkan rokok yang lebih murah dan gampang didapatkan.

"Mereka akan menghadapi konsekuensi serius atas peraturan ini,”ujar Scott McIntyre dari British American Tobacco Australia, pembuat rokok Winfield, kepada Reuters.

"Rokok selundupan dari China dan Indonesia akan membawa banyak produk ini dijual di jalanan Australia.”
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
55 menit yang lalu
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
3 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
5 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
5 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
6 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
8 jam yang lalu
Infografis
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik bagi, Bisa Akibatkan Kerusakan Paru Permanen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved