AS: Mesir menuju kediktatoran baru

Kamis, 29 November 2012 - 18:14 WIB
AS: Mesir menuju kediktatoran...
AS: Mesir menuju kediktatoran baru
A A A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) memantau dari dekat kerusuhan yang berlangsung di Mesir. Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland, situasi sangat cepat berkembang. ”Salah satu aspirasi revolusi adalah menjamin kekuasaan tidak berkonsentrasi pada tangan satu orang atau institusi tertentu,” kata Nuland.

Nuland menegaskan, Mesir telah bekerja pada periode hukum yang suram. Dia pun menyarankan persatuan nasional dan Mesir harus maju ke depan. ”Kita menginginkan Mesir melanjutkan reformasi untuk menjamin aliran dana dari IMF (Dana Moneter Internasional) untuk mendukung stabilisasi dan revitalisasi ekonomi,” kata Nuland.

Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan, masalah rakyat Mesir dapat diselesaikan oleh rakyat Mesir sendiri. ”Solusinya, yakni dialog yang demokratis dan damai,” kata Carney kepada Reuters.

Kedutaan Besar AS di Kairo cenderung menganggap Mesir menuju ke jalur kediktatoran baru. ”Rakyat Mesir menegaskan dalam revolusi 25 Januari, bahwa mereka telah cukup dengan kediktatoran,” tulis Kedubes AS di Mesir dalam status di Twitter.

Juru bicara biro Urusan Timur Dekat AS, Edgar Vasquez menyangkal ada pesan yang bias dari Departemen Luar Negeri AS. ”Posisi kami dan salah satu aspirasi revolusi Mesir ialah memastikan kekuasaan tidak terkonsentrasi pada tangan satu orang atau institusi tertentu. Itulah yang kami katakan dalam tweet kami,”paparnya.

IMF menegaskan, Mesir memiliki kesempatan mendapatkan pinjaman senilai USD4,8 miliar, meskipun kerusuhan masih terjadi.”Kesepakatan di tataran staf mengenai dukungan finansial dari IMF berdasarkan kebijakan sosial dan ekonomi, di mana pemerintah berusaha mengimplementasi program- programnya,” kata juru bicara IMF, Wafa Amr.

Sementara itu, menurut Elijah Zarwan, peneliti Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, ada tanda-tanda bahwa Morsi dan IM mengakui kesalahannya. ”Demonstrasi anti-Morsi telah menunjukkan ilustrasi yang salah dalam perhitungan yang dilakukan Morsi dan IM,” katanya dengan CSM.
(esn)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
1 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
3 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
3 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
4 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
6 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved