Mantan PM Taiwan ingin bangun kepercayaan China
Senin, 01 Oktober 2012 - 18:27 WIB
Mantan PM Taiwan ingin bangun kepercayaan China
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Perdana Menteri Taiwan, Frank Hsieh mengumumkan rencana perjalanannya ke China. Hsieh berharap kunjungannya dapat meningkatkan rasa saling percaya kedua negara.
"Perjalanan ini bertujuan untuk membangun rasa saling percaya," ungkap Hsieh seperti diberitakan Chanel news asia, Senin (1/10/2012).
Sayangnya, Mantan PM Taiwan 2005-2006 ini menolak memberi penjelasan apakah ia akan bertemu dengan pejabat China. Hsieh mengatakan tempat pertama yang akan ia kunjungi selama berada di China adala kota Xiamen, China bagian timur.
Dari sana ia akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Dongshan, pulau yang diyakini sebagai tempat bermukim nenek moyang penduduk Taiwan sebelum akhirnya berimigrasi.
Hsieh akan menjadi politisi senior dari partai oposisi Taiwan yang pertama kali mengunjungi China. Dalam kesempatan tersebut ia juga akan mengunjungi stadion Olimpiade dan menghadiri sebuah kontes koktail internasional bertindak sebagai tamu dari Asosiasi Bartender Internasional.
Sebagai orang yang sangat berpengaruh dalam Democratic Progressive Party (DPP), Ia mengatakan DPP harus menghadapi realitas kebangkitan China. “Jika DPP terus melakukan penolakan dan membiarkan Kuomintang sementara China terus bekerja, maka saya takut DPP tidak mampu kembali berkuasa,” ungkapnya.
"Perjalanan ini bertujuan untuk membangun rasa saling percaya," ungkap Hsieh seperti diberitakan Chanel news asia, Senin (1/10/2012).
Sayangnya, Mantan PM Taiwan 2005-2006 ini menolak memberi penjelasan apakah ia akan bertemu dengan pejabat China. Hsieh mengatakan tempat pertama yang akan ia kunjungi selama berada di China adala kota Xiamen, China bagian timur.
Dari sana ia akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Dongshan, pulau yang diyakini sebagai tempat bermukim nenek moyang penduduk Taiwan sebelum akhirnya berimigrasi.
Hsieh akan menjadi politisi senior dari partai oposisi Taiwan yang pertama kali mengunjungi China. Dalam kesempatan tersebut ia juga akan mengunjungi stadion Olimpiade dan menghadiri sebuah kontes koktail internasional bertindak sebagai tamu dari Asosiasi Bartender Internasional.
Sebagai orang yang sangat berpengaruh dalam Democratic Progressive Party (DPP), Ia mengatakan DPP harus menghadapi realitas kebangkitan China. “Jika DPP terus melakukan penolakan dan membiarkan Kuomintang sementara China terus bekerja, maka saya takut DPP tidak mampu kembali berkuasa,” ungkapnya.
(aww)